HISAB DAN RUKYAT SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KESATUAN UMAT ISLAM: ANALISIS DAMPAK DAN SOLUSI

  • Zufriani Zufriani

Abstrak

Perbedaan penetapan awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha di Indonesia kini sudah semakin jelas bukan disebabkan oleh perbedaan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan), tetapi oleh perbedaan kriteria. Saat ini sudah ada kesadaran untuk menyamakan kriteria di antara ormas-ormas Islam. Kriteria harus memperhatikan dalil-dalil syar’i yang disepakati para ulama serta didasarkan pada kemudahan aplikasinya dan kompatibilitas hisab – rukyat sehingga hisab dan rukyat bisa benar-benar sejajar dalam pengambilan keputusan dalam sidang itsbat.Gagasan penyatuan awal bulan ramadhan, syawal dan dzulhijjah telah bertahun-tahun diupayakan, tetapi hasilnya tetap nihil. Perbedaan itu juga disebabkan karena adanya rukyat yang diakui padahal tidak seperti kasus Cakung, kasus Arab Saudi 2011, dan kasus Condrodipo. Pengumuman yang dilakukan oleh ormas

##submission.authorBiography##

Zufriani Zufriani
Dosen Ilmu Falak STAIN Kerinci

Referensi

Amri, R. i. (2012). UPAYA PENYATUAN KALENDER ISLAM DI INDONESIA (Studi atas Pemikiran Thomas Djamaluddin).
Azhari, S. (2015). Gagasan Menyatukan Umat Islam Indonesia Melalui Kalender Islam. AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah, 15(2).
Damanhuri, A. (2015). DESAIN SISTEM PENGAMATAN SABIT BULAN DI SIANG HARI. Prosiding Semnastek.
Fatoohi, L. J., Stephenson, F. R., & Al-Dargazelli, S. (1998). The Danjon limit of first visibility of the lunar crescent. The Observatory, 118, 65-72.
Izzuddin, A. (2003). Fiqh hisab rukyah di Indonesia: upaya penyatuan mazhab rukyah dengan mazhab hisab: Logung Pustaka.
Jawaid, M. (2014). Saudi Moon Sighting Reports–A Review.
JUNIZAR-NIM, M. (2010). KAJIAN TENTANG PENENTUAN AWAL BULAN QAMARIYAH MENURUT PERSIS. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Odeh, M. S. (2004). New criterion for lunar crescent visibility. Experimental astronomy, 18(1-3), 39-64.
Rohmah, N. (2015). OTORITAS DALAM PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIYAH (KONFRONTASI ANTARA PEMIMPIN NEGARA DAN PEMIMPIN ORMAS KEAGAMAAN). Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 9(1), 45-61.
Ruskanda, S. F. (1994). Rukyah dengan teknologi: upaya mencari kesamaan pandangan tentang penentuan awal Ramadhan dan Syawal: Gema Insani.
Sakirman, S. (2013). KRITERIA IJTIMA’DALAM PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIYAH DI INDONESIA. AL-AHWAL, 5(1).
Tarjih, M., & Muhammadiyah, P. (2009). Pedoman Hisab Muhammadiyah. UMM Articles Archive(13058).
Utama, J., & Siregar, S. (2013). Usulan Kriteria Visibilitas Hilal di Indonesia Dengan Model Kastner. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia (Indonesian Journal of Physics Education), 9(2).
Yosi, O. (2011). Studi analisis hisab rukyat Lajnah Falakiyah al Husiniyah Cakung Jakarta Timur dalam penetapan awal bulan qomariyah (studi kasus penetapan awal syawal 1427 H/2006 M). IAIN Walisongo.
Diterbitkan
2016-12-20
##submission.howToCite##
ZUFRIANI, Zufriani. HISAB DAN RUKYAT SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KESATUAN UMAT ISLAM: ANALISIS DAMPAK DAN SOLUSI. Al-Qisthu, [S.l.], v. 14, n. 2, des. 2016. ISSN 1858-1099. Tersedia pada: <http://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/106>. Tanggal Akses: 18 okt. 2017
Bagian
Articles