PERSPEKTIF YUSUF AL-QARDHAWI DAN FAZLU RAHMAN TENTANG IJTIHAD

  • Kusnadi Kusnadi

Abstrak

Permasalahan dalam penelitian ini adalah; 1)  apakah yang melatarbelakangi Yusuf al-Qardhawi dan Fazlur Rahman dalam mereformulasi ijtihad; 2) apa persamaan dan perbedaan ijtihad versi Yusuf al-Qardhawi dan Fazlur Rahman; dan 3) mengapa terjadi persamaan dan perbedaan tersebut. Penelitian ini bercorak penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang datanya berupa teori, konsep, dan ide. Adapun hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah metode ijtihad menurut Yusuf al- Qardhawi dan Fazlur Rahman muncul sebagai akibat dari problem-problem sosial, politik, dan intelektual. 1. Faktor-faktor yang melatarbelakangi reformulasi ijtihad Yusuf al-Qardhawi dan Fazlur Rahman. a. Sikap fanatisme yang berlebihan terhadap madzhab fiqih (khususnya madzhab syafi’i) dan aliran-aliran tarikat. b. Adanya imprealisme dan kolonisme yang tidak hanya mengancam politik dan ekonomi, tetapi juga mengancam agama dan kultur Islam Mesir pada waktu itu. c. Sikap fanatik masyarakat Mesir terhadap madzhab tidak menjadi penghalang dan penghambat bagi al-Qardhawi dalam menelorkan ide-ide briliannya. 2. Komparasi ijtihad al-Qardhawi dan Rahman adalah sebagai berikut: a. Persamaan dan perbedaan latar belakang al-Qardhawi dan Rahman: 1) Al-Qardhawi dan Rahman, keduanya sama-sama memiliki potensi   yang besar dalam dunia pendidikan, dibesarkan, dan dididik dalam kelurga muslim yang taat beragama. 2) Al-Qardhawi dan Rahman, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda, begitu juga dalam madzhab, pemikir yang berpengaruh pada masanya, dan reputasi pemikirannya. b. Persamaan dan perbedaan ijtihad versi al-Qardhawi dan Rahman: 1) Al-Qardhawi dan Rahman, keduanya sama-sama mengakui al-Quran sebagai sumber pertama dan sunnah sebagai sumber kedua dalam ijtihadnya. 2) Al-Qardhawi dan Rahman, keduanya mempunyai definisi yang berbeda tentang ijtihad, begitu juga dalam sumber hukum tambahan, metode ijtihad, dan mekanisme ijtihad. 3. Implikasi Persamaan dan Perbedaan Ijtihad al-Qardhawi dan Rahman: a. Secara konteks, implikasi persamaan dan perbedaan metode ijtihad al-Qardhawi dan Rahman, merupakan kelanjutan dari sebuah proses kesinambungan metode ijtihad klasik. b. Secara fungsional, metode ijtihad sebagaimana ditawarkan oleh al-Qardhawi dan Rahman, sebagai upaya pembaharuan hukum Islam serta upaya menjawab tantangan situasi baru.

##submission.authorBiography##

Kusnadi Kusnadi
Dosen Jurusan Syari’ah dan Ekonomi Islam STAIN Kerinci

Referensi

Karya-karya Yusuf al-Qardhawi:
Al-Qardhawi, Yusuf (1985) “al-Ijtihad al-Mu’ashir baina al-Indlibaath wa al- Infiraathh,” diterjemahkan Abu Barzani, Ijtihad Kontemporer Kode Etik dan Berbagai Penyimpangan. Surabaya: Risalah Gusti,

Al-Qardhawi, Yusuf (2006) “al-Ijtihad fi al-Syari’ah al-Islamiyah Ma’a Nadharat Tahliliyah fi al- Ijtihad al-Ma’ashir,” diterjemahkan Achmad Syathori, Ijtihad Dalam Syari’at Islam Jakarta: Bulan Bintang,

Al-Qardhawi, Yusuf, (2006) “Fatwa-fatwa Kontemporer”. Jakarta: Gema Insani Press,


Karya-karya Fazlur Rahman:
Rahman, Fazlur ” Islamic Methodology in History,” diterjemahkan Anas Mahyuddin, Membuka Pintu Ijtihad. Bandung: Pustaka, 1995

Rahman, Fazlur (1985) “Islam and Modernity: Transformation of Intellectual Tradition, diterjemahkan Ahsin Mohammad, Islam dan Modernitas: Tentang Tranformasi Intelektual. Bandung: Pustaka,

Rahman, Fazlur (1996) “Major Themes of the Qur’an,” diterjemahkan Anas Mahyuddin, Tema pokok al-Quran. Bandung: Pustaka.


Karya Kesarjanaan lainnya:
Alihasin (2002) Perbandingan Mazhab. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

An-Na’im, Abdullah Ahmad (2004) Dekonstruksi Syari’ah. Yogyakarta: LKiS.

A’la, Abd (2003) Dari Neomodernisme Islam Liberal. Jakarta: Paramadina.

A. Mas’adi, Ghufran (1998) Pemikiran Fazlur Rahman Tentang Metodologi Pembaharuan Hukum Islam. Jakarta: PT. Grafindo Persada.

Arikonto, Suharsimi (1987) Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.

Amal, Taufik Adnan (1989) Islam Dan Tantangan Modernitas (Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman). Bandung: Mizan.

Bisri, Cik Hasan (2004) Pilar-pilar Hukum Islam dan Pranata Sosial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Junaidy, Abdul Bashit (2005) Melacak Akar-akar Kontroversi: Dalam Sejarah Filsafat Pemikiran Hukum Islam. Surabaya: Srikandi.

Bilal Philips, Abu Ameenah (2005) Asal-usul dan Pengembangan Fikih: Analisis Historis Atas Madzhab, Doktrin, dan Kontribusi. Bandung: Nusamedia.

Daud, Mohammad Ali (2005) Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: PT. Grafindo Persada.

Djakfar, Muhammad (2007) Agama, Etika, Dan Ekonomi Wacana Menuju Pengembangan Ekonomi Rabbaniyah. Malang: UIN Press.

Esposito, John L (19990) Islam dan Politik. Jakarta: Bulan Bintang.

Hadi, Sutrisno (1986) Metodologi Research. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Psikologi UGM.

Hasbi, Amirudin M (2000) Konsep Negara Islam menurut Fazlur Rahman. Yogyakarta: UII Press.

Muslim, Abi Alhusayn bi al-Hajjaj al-Naysaburi (1992) Shahih Muslim. Bairut: Dar al-kutub al-Ilmiyah.

Masrur, Ali (2002) Ahli Kitab Dalam Al-Qur’an: Model Penafsiran Fazlur Rahman.Yogyakarta: PT. Tiara Wacana.

Mu’allim Amir dan Yusdani (2005) Ijtihad dan Legislasi Muslim Kontemporer. Yogyakarta: UII Press.

Moleong, Lexy J (2006 ) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Munawar, Rachman Budhy (2006) Ensiklopedi Nurcholis Madjid. Bandung: Paramadina. Nur, Fatah (2005) “Pembaharuan Hukum Kewarisan Islam: Analisis Terhadap Pemikiran Syahrur Mengenai Hukum Waris,” Skripsi SHI. Malang: fakultas syariah UIN.

Nawawi, Hadari dan Mimi Martini (1994) Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gajah Mada University. Rosyada, Dede (1999) Hukum Islam dan Pranata Sosial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sibawaihi (2004) Eskatologi al-Ghazali dan Fazlur Rahman: Studi Komparatif Epistemologi Klasik Kontemporer. Yogyakarta: Penerbit Islamika.

Sutrisno (2006) Fazlur Rahman Kajian terhadap Metode, Epistemologi, dan Sistem Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sunggono, Bambang (2003) Metode Penelitian Hukum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Syaukani, Imam (2006) Konstruksi Epistemologi Hukum Islam Indonesia. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada.

Supena Ilyas dan Fauzi, M (2000) Dekonstruksi dan Rekonstruksi Hukum Islam.Yogyakarta: Gama Media

Supena Ilyas dan Fauzi, M (2000) Dekonstruksi dan Rekonstruksi Hukum Islam. Yogyakarta: Gama Media

Sudjana Nana dan Ahwal Kusuma (2000) Proposal Penelitian: di Perguruan Tinggi.Bandung: Sinar Baru Aldasindo.

Sukanto Soerjono dan Sri Mamudji (2006) Penelitian Hukum Normatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sukanto, Soerjono (2005) Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Tim Penyusun (2005) Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang: Fakultas Syari’ah UIN.

Sutrisno (2006) Fazlur Rahman: Kajian Terhadap Metode Epistemologi dan Sistem Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Diterbitkan
2016-12-20
##submission.howToCite##
KUSNADI, Kusnadi. PERSPEKTIF YUSUF AL-QARDHAWI DAN FAZLU RAHMAN TENTANG IJTIHAD. Al-Qisthu, [S.l.], v. 14, n. 2, des. 2016. ISSN 1858-1099. Tersedia pada: <http://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/109>. Tanggal Akses: 18 okt. 2017
Bagian
Articles