KEDUDUKAN ANAK HASIL KAWIN HAMIL KARENA ZINA (Studi Perbandingan antara Kompilasi Hukum Islam dan Fiqh)

  • Syukrawati Syukrawati

Abstract

Tulisan ini dilatar belakangi kenyataan bahwa syari’at Islam telah secara tegas menyatakan, seorang anak baru memiliki hubungan nasab dengan ayahnya jika terlahir dari perkawinan yang sah, sehingga muncul pula istilah anak sah. Jika pengertian anak sah tersebut adalah anak yang lahir ”dalam” perkawinan yang sah kemudian dihubungkan kepada kebolehan mengawini perempuan hamil karena zina yang terdapat dalam salah satu pasal Kompilasi Hukum Islam, akan tampak bahwa Kompilasi Hukum Islam membuka kemungkinan tertampungnya anak yang lahir akibat perkawinan hamil ke dalam pengertian anak sah atau mempunyai hubungan nasab dengan laki-laki yang menghamili ibunya. Setelah melakukan analisis terhadap konsep fikih dan Kompilasi Hukum Islam mengenai kedudukan anak hasil kawin hamil karena zina yang dirumuskan dalam Kompilasi Hukum Islam tersebut tidak sejalan dengan konsep fikih.

Author Biography

Syukrawati Syukrawati
Dosen Jurusan Syari’ah dan Ekonomi Islam STAIN Kerinci

References

Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta: PT. Ichtiar Van Hoeve, 1997), jilid 3

Abdul Manan, Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia, (Jakarta: Kencana, 2006)

Al-Nawawiy, Majmu' Syarah al-Muhazzab, (Beirut: Dâr al-Fikr, 1996)

Amir Nuruddin dan Azhari Akmal Tarigan, Hukum Perdata Islam Indonesia (Studi Kritis Perkembangan Hukum Islam dari Fikih, Undang-undang No. 1/1974 sampai KHI), (Jakarta: Kencana, 2004)

Amir Syarifuddin, Meretas Kebekuan Ijtihad Isu-Isu Penting Hukum Islam Kontemporer di Indonesia, (Jakarta: PT. Ciputat Press, 2005)

Anisitus Amanat, Membagi Warisan Berdasarkan Pasal-PasalHukum Perdata BW, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2000)

Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, (Beirut: Dâr al-Fikr, (t.t))

Ibnu Qudamah al-Maqdisi, al-Muqhni, (Beirut: Dâr al-Kutub al-'Alamiyah, t.th), juz. 7

Ibn Rusyd, Bidayat al- Mujtahid wa Nihayat al-Muqatasi, (Mesir: Musht hafa al-Babi al-Halabi, 196, jilid I

Musthafa Rahman, Anak Luar Nikah; Status dan Implikasi Hukumnya, (Jakarta: Rajawali Press, 1997)

Muhammadiyah Amin, "Kedudukan Anak Di Luar Nikah (Sebuah ِ Analisis Perbandingan Menurut KUH Perdata, Hukum Islam dan KHI"), Mimbar Hukum No. 42 Thn. X 1999, (Jakarta: Al-Hikmah & Ditbinbapera Islam, 1999)

Muhammad bin Ismail al-Kahlaniy, Fath al-Barry, (Bandung: Dahlan, (t.th)), Juz III

M. Yahya Harahab, Materi Kompilasi Hukum Islam dalam Peradilan Agama dan Kompilasi Hukum Islam dalam Tataran Hukum Indonesia, (Yogyakarta: UII Press, 1999)

Soepomo, (terj) Nani Soewondo, Hukum Perdata Adat Jawa Barat, (Jakarta: PT. Djaya Pinasa, 1982).

Satria Efendi, "Makna, Urgensi dan Kedudukan Nasab dalam Perspektif Islam", Mimbar Hukum No. 42 Tahun. X 1999, (Jakarta: Al-Hikmah & Ditbinbapera Islam, 1999)

Soejono Soekanto dan Soleman B.Taneka, Hukum Adat Indonesia, (Jakarta: Rajawali Pers, 1983), ed-II

Soerojo Wignjodipoero, Pengantar dan Asas-asas Hukum Adat, (Jakarta: Haji Masagung, 1989), Cet-VIII

Taufiq, Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Undang-undang Nomor 1 tahun 1974, Mimbar Hukum No. 19 Thn VI 1995, Al-Hikmah & Ditbinbapera Islam

Wirdjono Prodjodikoro, Hukum Warisan di Indonesia, (Bandung: Sumur Bandung, 1982)
Published
2016-12-20
How to Cite
SYUKRAWATI, Syukrawati. KEDUDUKAN ANAK HASIL KAWIN HAMIL KARENA ZINA (Studi Perbandingan antara Kompilasi Hukum Islam dan Fiqh). Al-Qisthu, [S.l.], v. 14, n. 2, dec. 2016. ISSN 1858-1099. Available at: <http://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/110>. Date accessed: 15 dec. 2017.
Section
Articles