Kajian Amtsal dan Qasam dalam Al Qur'an

  • Ani Jailani -
  • Hasbiyallah Hasbiyallah

Abstract

Proses pendidikan yang menggunakan media amtsal (perumpamaan), dimaksudkan untuk membentuk berbagai premis diharapkan peserta didik mampu untuk merumuskan istimbathnya secara logis, dan melatih daya Ijtihad yang kuat. Sedangkan Qasam merupakan gaya bahasa yang dijunjung tinggi didalam kebudayaan dan kebiasaan bangsa Arab dalam rangka demi menjaga kehormatannya. Dengan bentuk gaya bahasa dengan tujuan untuk menguatkan setiap pernyataan yang disampaikan. Hakikat qasam dalam al-Tafsir al-Bayani terdiri dari dua aspek, yaitu etimologi dan terminologi. Dari segi etimologi qasam bermakna sumpah yang benar berbeda dengan kata half yang mengandung arti kebohongan sumpah dan ketidaksungguhan si pengucapnya. Secara terminologi, qasam adalah gaya bahasa dalam al-Qur’an yang menjelaskan makna sebuah ayat dengan cara penalaran indrawi yaitu pengalihan perhatian (lafitah) dari sesuatu yang dapat dirasakan (hissi) kepada sesuatu yang abstrak. Bentuknya ada dua, yaitu sumpah dengan huruf wau al-qasam dan sumpah dengan huruf la. Fungsi qasam dalam al-Tafsir al-Bayani telah beralih dari fungsi asalnya yakni untuk mengagungkan atau memuliakan objek sumpah menjadi sebuah retorika bayani yang bertujuan menganalogikan antara muqsam bih dengan jawab al-qasam.

References

Al Qaththan Manna’, Mabahits fi Ulum al Qur’an, Beirut : al Syirkah al Mutthahidah li al Tauzi, 1973.
Anwar Rosihon, IlmuTafsir, Bandung : Pustaka Setia, cet. Ke-1, 2000.
Baidan Nashruddin, Wawasan Baru Ilmu Tafsir, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2005.
Husein Hanbakah al-Maydani Abd al-Rahman. al-Amtsal Al-Qur'aniyah. Dar al-Qalam Damsyik. Cet. I. 1980
Iskandari Ahmad dan Musthafa 'Inani , Al-Wasith fi Adab al-Arab wa Tarikhihi, Cairo : Dar al-Ma'arif, 1978.
Muhadjir Noeng, Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Rake Sarasin, 1998.
Munir Ahmad, Tafsir Tarbawi Mengungkap Pesan Al Qur’an tentang Pendidikan, Yogyakarta: Teras, 2008.
Musthafa al-Maraghi Ahmad, Tafslr al-Maraghi,(eirut : Dar al-Fikr, 1365.
Quthb Sayyid. Tafsir fi Dzilalil Qur‟an. Jakarta : Gema Insan, jilid XII, 2001.
Rasyid Ridla Muhammad,Tafsir ad-Manar, Beirut : Dar al-Fikr, tth.
Sherif Faruq, Al-Qur’an Menurut al-Quran, penterj. H.M. Assegaf dan Nur Hidayah, Jakarta : Serambi, 2001.
Suriasumantri Jujun , "Penelitian Ilmiah, Kefilsafatan dan Keagamaan: Mencari Paradigma Kebersamaan”, dalam Mastuhu (dkk), Tradisi Penelitian Agama Islam , Bandung: Nuansa, 199.
Syafe‟I H. Rachmad, Pengantar Ilmu Tafsir, Bandung : Pustaka Setia, 2012.
Sidik Ismail Abdul Azis, Pandangan Bintu Syathi Tentang Qasam. Studi Kitab Al-Tafsir Al-Bayani Lil Qur’an Al-Karim, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2018.
Warson Ahmad, AI-Munawwir, Kamus Arab-Indonesia, Surabaya : Pustaka Progresif, 1997.
Published
2019-12-31
How to Cite
JAILANI, Ani; HASBIYALLAH, Hasbiyallah. Kajian Amtsal dan Qasam dalam Al Qur'an. Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 19, n. 02, p. 16-26, dec. 2019. ISSN 2502-7565. Available at: <http://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/view/373>. Date accessed: 02 july 2020. doi: https://doi.org/10.32939/islamika.v19i02.373.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.