Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Islam https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu <p style="text-align: justify;"><strong>Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Hukum Islam</strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/1858-1099" target="_blank" rel="noopener"><strong> </strong>I</a>SSN <a href="http://u.lipi.go.id/1180427049" target="_blank" rel="noopener">1858-1099</a> (print)and ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1535429375">2654-3559 </a>(Electronic) is a peer-reviewed scientific open access journal. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Islamic law, Islamic Economics, Islamic Family Law, philosophy, mysticism, history, art, theology, Quran and Sciences, Islamic Educational Issues, Family Issues, Religious Practice and many more.</p> <p align="justify"><strong>Online Submission<br /></strong>Already have a Username/Password for AlQisthu &gt;&gt; <strong><a title="Login" href="http://jurnal.fs.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/login" target="_self">Go to Login </a></strong>or Need a Username / Password? &gt;&gt; <strong><a title="Registration" href="http://jurnal.fs.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/user/register" target="_self">Go to Registration </a></strong><strong>Our Timeline and Publications </strong>Do you want to look our latest publication &gt;&gt;<strong><a title="Current Issue" href="http://jurnal.fs.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/issue/view/1" target="_self"> Current </a></strong>or See all our publication &gt;&gt;<a title="Archived" href="http://jurnal.fs.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/issue/archive" target="_self"><strong> Archives </strong></a>If you have some problem or questions, don't hesistant &gt;&gt; <strong><a title="Contact Us" href="http://jurnal.fs.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/about/contact" target="_blank" rel="noopener">Contact Us</a></strong></p> en-US nuzul.iskandar@gmail.com (Nuzul iskandar) ade.hayat@iainkerinci.ac.id (Ade Hayat) Mon, 07 Jun 2021 03:25:49 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Modifikasi Ijtihad Hakim Pengadilan Agama dan relevansinya terhadap Hukum Islam https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/790 <section class="block block-layout-builder block-field-blocknodeinputbody clearfix"> <div class="field field--name-body field--type-text-with-summary field--label-above"> <div class="field--item"> <p>Ijtihad hakim mempunyai kontribusi dalam pengembangan hukum Islam dilihat dari produk yang dihasilkan Hakim Pengadilan Agama, selain yurisprudensi yang dijadikan sumber hukum sebagian hakim dalam memutuskan perkara baru, maupun metode yang dipakai oleh para hakim tidak hanya menggunakan metode Ijma’ Qiyas, istibsan, istislah, istishab, maslahah mursalah, namun juga menggunakan metode interpretasi dan kontruksi. Tapi dalam hal ijtihad hakim tersebut, juga tidak terlepas dari pertentangan para praktisi baik dari ulama, akademis, namun dengan adanya hal tersebut akan menambah wama baru bagi hakim Pengadilan Agama dalam melakukan ijtihad<strong>.</strong></p> </div> </div> </section> <section class="block block-layout-builder block-extra-field-blocknodeinputshare-everywhere clearfix"> <div class="se-block se-align-left"> <div class="block-content"> <div class="se-container"> </div> </div> </div> </section> Susi Susanti Copyright (c) 2019 Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Islam https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/790 Mon, 07 Jun 2021 00:00:00 +0000 Peran Nahdatul Ulama (NU) dalam Pembangunan Hukum Islam di Indonesia https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/793 <section class="block block-layout-builder block-field-blocknodeinputbody clearfix"> <div class="field field--name-body field--type-text-with-summary field--label-above"> <div class="field--item"> <p>Dalam memberikan fatwa, sebagian ulama Indonesia telah membentuk organisasi dan tiap-tiap organisasi memiliki majlis atau lajnah yang bertugas merespon masalah-masalah yang berkembang di masyarakat. Di antara lembaga Ijtihad Ormas Islam di Indonesia adaiah: (1) Majlis Tarjih Muhammadiyah; (2) Bahsul Masa’il NU; (3) Majlis Fatwa Mathla’ul Anwar; (4) Dewan Hisbah Persis; dan (5) Komisi Fatwa MUl. Pola ijtihad yang dilakukan oleh NU adalah pola bermadzhab, baik bermadzhab secara <em>qauli</em> maupun <em>manhaji</em>. Akan tetapi sebenarnya, mayoritas ulama NU hanya memegang dan mempelajari <em>manhaj </em>imam Syafi’i. Hal ini terlihat dalam kepustakaan mereka dan kurikulum pesantren yang diasuhnya. Kitab-kitab seperti <em>Waraqat, Hujjah al-Wushul, Lam'u al-Jawami’, al-Mushtasyfa, al-Asybah wan al-Nazha’ir </em>dan lain-lain banyak dijumpai pada koleksi kepustakaan mereka dan dibaca (diajarkan) di beberapa pesantren. Perkembangan Hukum Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kontribusi NU sebagai salah satu institusi/ Ormas Islam yang diakui dan diikuti pandangan hukumnya. Hal ini diperkuat sebuah lembaga yang dibentuk oleh NU yang bertugas khusus dalam pengkajian hukum Islam dan pemberi fatwa yaitu bahsul masa’il. Walaupun terdapat banyak perbedaan dalam masalah hukum dengan institusi lain seperti Muhammadiyah, NU sampai sekarang masih tetap bertahan (<em>survive</em>) berkontribusi dalam hukum Islam di Indonesia.</p> </div> </div> </section> <section class="block block-layout-builder block-extra-field-blocknodeinputshare-everywhere clearfix"> <div class="se-block se-align-left"> <div class="block-content"> <div class="se-container"> </div> </div> </div> </section> Nofialdi Copyright (c) 2019 Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Islam https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/793 Mon, 07 Jun 2021 00:00:00 +0000 Adab dan Pola Relasi Suami-Isteri https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/791 <section class="block block-layout-builder block-field-blocknodeinputbody clearfix"> <div class="field field--name-body field--type-text-with-summary field--label-above"> <div class="field--item"> <p>Tulisan ini bertujuan menggali informasi terbentuknya pola relasi suami-isteri dalam Buku Adab al-Islam fi an-Nidzhomi al-Usroh karya Syeikh Muhammad Alwi al-Maliki. Buku ini mengandung pelbagai urusan rumah tangga yang disandarkan pada al-Qur’an-Hadist serta Atsar Sahabat. Urgensi pola relasi suami-isteri telah banyak dikaji oleh para praktisi hukum islam sebagai modal terciptanya peranan besar seorang isteri dalam rumah tangga. Beranjak dari argumentasi inilah peneliti ingin mengkaji lebih lanjut pola relasi tersebut dan difokuskan pada Buku adab al-Islam fi an-Nidzhomi Usroh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berjenis studi teks. Sumber primer penelitian ini adalah Buku adab al-Islam fi an-Nidzhomi Usroh karya Sayyid Muhammad al-Maliki.</p> </div> </div> </section> <section class="block block-layout-builder block-extra-field-blocknodeinputshare-everywhere clearfix"> <div class="se-block se-align-left"> <div class="block-content"> <div class="se-container"> </div> </div> </div> </section> Rifqi Nurdiansyah Copyright (c) 2019 Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Islam https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/791 Mon, 07 Jun 2021 00:00:00 +0000 Jihad dan Terorisme dalam Tinjauan Alquran, Hadis, dan Fikih https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/794 <section class="block block-layout-builder block-field-blocknodeinputbody clearfix"> <div class="field field--name-body field--type-text-with-summary field--label-above"> <div class="field--item"> <p>Artikel ini merupakan telaah terhadap konsep jihad danterorisme berdasarkan ayat-ayat Alquran, Hadis, dan fikih. Penelaahan ini penting dilakukan untuk menjawab persepsi sebagian orang: apakah terorisme dan jihad adalah dua hal yang sama atau berbeda? Telaah ini dilakukan terhadap teks ayat-ayat Alquran dan hadis tentang jihad dan terorisme, lalu dikonfirmasi pada teks-teks fikih. Dari penelaahan tersebut dapat disimpulkan bahwa jihad dan terorisme adalah dua hal yang berbeda. Term “jihad” dalam Alquran dan hadis memiliki sejumlah makna dan konteks, salah satunya memang bermakna perang fisik. Namun, makna tersebut tidak otomatis berarti bahwa Islam membenarkan terorisme, karena perang yang dimaksud dalam Islam memiliki sejumlah ketentuan dan tidak boleh mengabaikan aspek kemaslahatan, sedangkan aksi-aksi terorisme selalu mengabaikan aspek kemaslahatan tersebut. Dengan demikian, slogan jihad yang kerap diusung oleh pelaku teror diduga kuat berangkat dari pemahaman yang keliru atau sengaja dikemukakan untuk membohongi masyarakat awam.</p> </div> </div> </section> <section class="block block-layout-builder block-extra-field-blocknodeinputshare-everywhere clearfix"> <div class="se-block se-align-left"> <div class="block-content"> <div class="se-container"> </div> </div> </div> </section> Nuzul Iskandar Copyright (c) 2019 Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Islam https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/794 Mon, 07 Jun 2021 00:00:00 +0000 Praktek Jual Beli Parang dengan Cara Penumpukan untuk Meningkatkan Harga di Desa Koto Padang Perspektif Hukum Islam https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/792 <section class="block block-layout-builder block-field-blocknodeinputbody clearfix"> <div class="field field--name-body field--type-text-with-summary field--label-above"> <div class="field--item"> <p>Manusia, dalam menunaikan hak dan kewajibannya terhadap sesama anggota masyarakat, tentunya tidak lepas dari ikatan ketergantungan satu sama lain. Banyak interaksi dan kerjasama yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidunya. Sebagai seorang muslim yang memeluk agama Islam dalam melakukan transaksi jual beli tentunya harus sesuai dengan rukun-rukun, syarat-syarat, dan juga bentuk-bentuk jual beli yang diperbolehkan dalam ajaran agama Islam. Jual beli sudah terjadi sejak masa dahulu, namun masih bertahan hingga kini, begitupun di Desa Koto Padang. Desa Koto Padang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Tanah kampung, Kota Sungai Penuh. Desa ini mempunyai kerajinan tangan yaitu pandai besi. Para <em>saragi</em> sebelum memasarkan parang keluar daerah mencari dan mendatangi <em>tukang sahoh </em>terlebih dahulu untuk membeli parang. Pada saat terjadi transaksi, maka dengan sendirinya terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli. Ketika permintaan parang banyak, dengan sendirinya terjadi kelangkaan, pada saat yang bersama ada sebagian <em>tukang sahoh </em>yang melakukan penumpukan parang untuk meningkatkan harga. Kelangkaan parang terjadi karena banyaknya permintaan dari laur daerah sedangkan <em>tukauh </em>terlambat mengeluarkan pesanan parang yang dipesan oleh <em>tukang sahoh</em>. Pada saat jumlah parang stabil dijual dengan harga Rp. 500.000 perkodi semua <em>tukang sahoh</em> menjual dengan harga yang sama. Tetapi ketika terjadi kelangkaan parang, <em>tukang sahoh </em>yang melakukan penumpukan parang tadi, menjual dengan harga Rp. 550.000 perkodi sedangkan dia menpunyai persediaan parang yang cukup banyak dan tidak mau kurang dengan harga yang sebesar itu. Berdasarkan objek, penelitian ini adalah penelitian lapangan (<em>field research</em>). Penyajian data dilakukan secara naratif deskriptif. Sumber data ada dua yaitu: sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumenter. Adapun teknik analisis data digunakan adalah teknik analisis yang dikemukan oleh Miles dan Huberman dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hal ini penulis rasa penting untuk dikaji, melihat permasalahan tersebut dalam tinjauan hukum Islam. Setelah kajian ini dilakukan penulis berharap dijadikan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi <em>tukang sahoh </em>dan <em>saragi</em> dalam melakukan jual beli parang di Desa koto Padang.</p> </div> </div> </section> <section class="block block-layout-builder block-extra-field-blocknodeinputshare-everywhere clearfix"> <div class="se-block se-align-left"> <div class="block-content"> <div class="se-container"> </div> </div> </div> </section> Doli Witro Copyright (c) 2019 Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Islam https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/alqisthu/article/view/792 Mon, 07 Jun 2021 00:00:00 +0000