https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/issue/feed Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 2021-04-27T00:18:06+00:00 zufriani zufrianistainkerinci@gmail.com Open Journal Systems <p><img style="margin: 0px 20px 0px 0px; float: left; max-width: 300px; max-height: 450px;" src="https://ejournal.iainkerinci.ac.id/public/journals/1/cover_issue_16_id_ID.png" alt="Cover Islamika"></p> <div style="text-align: justify;"> <p><strong>Jurnal Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman</strong>&nbsp;(<em><strong>e-ISSN&nbsp;<a href="http://issn.lipi.go.id/">2502</a></strong></em><a href="http://issn.lipi.go.id/"><em><strong>-7565</strong></em></a><em><strong>, p-ISSN&nbsp;<a href="http://issn.lipi.go.id/">1693-8712</a>&nbsp;</strong></em>is a peer-reviewed (double blind review) journal published by Research and Community Service Office, State Islamic Institute of Kerinci. The goal of this journal is to facilitate scholars, researchers, and teachers for publishing the original research articles or review articles. Journal Islamika is published 14 articles in two editions in one year in July and December.</p> <p>Authors should submit only papers that have been carefully proofread and polished. Before submission please make sure that your paper is prepared using the journal paper template.The authors must refer to Jurnal Tarbawi for writing format and style (Please download and use as template for initial manuscript submission&nbsp;<a href="https://drive.google.com/uc?export=download&amp;id=0B37GbzcpChPsR2pvZ3RkMkt5UG8"><strong>(</strong></a><a title="TemplateJurnal" href="https://drive.google.com/open?id=1RMnTYpBtescy1iw5eMc_OosMnlUTYqdI"><strong>Download Template</strong></a><a href="https://drive.google.com/uc?export=download&amp;id=0B37GbzcpChPsR2pvZ3RkMkt5UG8"><strong>)</strong></a>&nbsp;. This will ensure fast processing and publication. Any papers not fulfilling the requirements based on the guideline to authors will not be processed.</p> <p>&nbsp;<strong>Online Submission</strong></p> <p>We strongly prefer to receive manuscripts via our&nbsp;<strong>online submission system</strong>. Using this system, authors can upload manuscript files (text, figures and supplementary information, including video) directly to our office and check on the status of their manuscripts during the review process. First, kindly please register as author, and then you should login to submit your papers. Please don´t forget tick author when you make a registration.</p> <p>Already have a Username/Password &nbsp;&gt;&gt; Go To&nbsp;<a href="https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/login"><strong>Login</strong></a></p> <p>Need a Username/Password? &gt;&gt; Go To&nbsp;<strong><a href="https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/user/register?source=">Registration</a></strong></p> </div> <div style="text-align: justify;"> <div><hr></div> </div> https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/view/582 Peran Pesantren sebagai Salah Satu Lembaga Pendidikan Islam 2021-04-26T15:13:32+00:00 Indah Herningrum indah.hotmail@gmail.com Muhammad Alfian muhammadalfian@iainkerinci.ac.id Pristian Hadi Putra pristianhadiputra@iainkerinci.ac.id <p>Salah satu lembaga pendidikan Islam yang telah lama berkembang dan berakar kuat tradisinya adalah pesantren. Namun, nama pesantren sempat tercoreng namanya dengan dikaitkan sebagai asal muasal paham radikalisme di Indonesia, yang masih berupa isu semata. Oleh karenanya, menarik untuk diteliti dan diketahui mengenai berbagai sepak terjang pesantren di Indonesia dengan tradisi keislamannya serta kontribusi lainnya diranah pembentukan moral Islam, serta dalam ranah social serta ekonomi dalam ranah umumnya. Pesantren telah banyak berjasa dalam pembentukan pribadi serta daerah yang kental dengan tradisi ke Islaman. Awalnya hanya beroperasi pada sekitar “pinggiran desa”, meluas hingga berkembang keseluruh negeri. Perannya tidak hanya itu, dalam hal social ekonomi pun, lembaga pesantren berusaha hadir dan mengembangkan kosep-konsep brilian yang mampu menjawab masalah kesejahteraan masyarakat sekitarnya secara khusus, dan Indonesia secara umum.</p> 2021-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/view/627 Alih Keberagamaan dalam Islam dengan Paradigma Ahkami, Falsafi, Dan Wijdani 2021-04-26T14:51:57+00:00 Hamdan Adib adib.hamdan123@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang paradigma yang dihasilkan oleh kegiatan intelektual orang beriman sebagai ciri alih keberagamaan umat Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (Library Research) teknik pengumpulan data dengan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan content analysis. Hasil Kegiatan intelektual ini adalah ada tiga paradigma yang digunakan oleh orang beriman yang digunakan sebagai dasar alih keberagamaan yaitu paradigma ahkami, falsafi dan wijdani. Paradigma ahkami memiliki objek kajian wahyu tuhan dan sampai kepada keputusan hukum yang sifatnya nomratif dari ajaran Islam, kajianya berupa tafsir, ta’wil, takhrijul hadits dan sampai pembentukan ahkamul khomsah dalam fiqih. Kemudian paradigma falsafi memiliki objek kajian tentang pemahaman manusia tentang Tuhan. Objek kajian ilmu adalah keberagamaan tentang aqidah. Cara berfikir yang digunakan yaitu cara berfikir filosofis sehingga kebenaran rasio dan akal adalah kebenaran bagi pemahamanya. Paradigma wijdani memiliki objek kajian pengalaman manusia berada didekat Tuhan. Lingkup kajianya terbatas hanya pada perilku tassawuf orang beriman.</p> 2021-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/view/641 Joseph Schacht dan Transformasi Hadis Tentang Hukum Islam dalam Konteks Dunia Timur 2021-04-26T16:51:59+00:00 A. Munawwir Lanceng.brumbung@gmail.com Ani Lestari anilestari@gmail.com Fita Ratu Prilia fratuprilia@gmail.com <p>Hadith studies have not only become the focus of Islamic scholars' attention, but have also become material for orientalist studies. So from this, there are many western scientists and scholars who chose the path of researching hadith. Starting from Ignaz Goldziher to leading scholars of hadith from Germany, Harald Motzki also graces the list of western scholars who are competent in the study of hadith. The long history of hadith in the west is evidence of the proliferation of hadith studies. In contrast to Muslims, western people study hadith departs from their distrust of hadith. Surely this is a different portrait of the traditions of the eastern people. Therefore, various theories and methods they used to justify that the hadith did not come from the Prophet Muhammad, but was made by people after him. This article is in the form of an attempt to explain at length the theory proposed by Joseph Schacht in order to undermine the authenticity of the hadith itself, and some of its weaknesses, which are based on the views of Islamic scholars'. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<strong>&nbsp;</strong></p> 2021-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/view/675 Khuntsa dalam Pandangan Kontemporer 2021-04-26T15:10:38+00:00 Ilham Ghoffar Solekhan ilham.solekhan@gmail.com Maulidi Dhuha Yaum Mubarok maulidi159@gmail.com <p>Khuntsa adalah suatu keadaan ketika seorang individu memiliki dua kelamin dan tidak dapat diidentifikasikan apakah dia perempuan dan laki-laki.&nbsp; Khuntsa dibedakan menjadi dua macam, 1) Khuntsa Musykil yaitu suatu keadaan kelamin ganda yang penentuan kelaminnya sangat sulit, 2) Khuntsa Gahiru Musykil yaitu keadaan kelamin ganda yang masih dapat dengan mudah diidentifikasikan kelaminnya. Fikih baru masih menggunakan pengertian lama mengenai khuntsa. Meskipun demikian, khuntsa di dunia modern dianggap sebagai anomali kelamin yang memungkinkan dan dapat terjadi pada beberapa orang.</p> <p>Keadaan khuntsa juga memunculkan teori psikologi yang menunjukkan bahwa keadaan ini dapat menjadi pemicu masalah psikologis bagi individu khuntsa tersebut yang dapat berpengaruh terhadap fisik dan perilaku. Dunia kedokteran modern mengkategorikan khuntsa sebagai anomali kelamin yang dapat diidentifikasikan, dan dapat ditangani. Penanganan yang disarankan adalah prosedur yang sama seperti pada pergantian kelamin. Meskipun bertentangan dengan fikih klasik, namun dalam fikih kontemporer hal tersebut dapat terjadi dengan pertimbangan. Salah satu pertimbangan yang diberikan adalah kaidah fikih yaitu <strong>الضرر يزال</strong> yang juga merupakan dalil yang kuat untuk membuktikan pentingnya penetapan status bagi khuntsa.</p> <p>Tulisan ini menggunakan metode penelitian pustaka atau literature review dengan menggunakan pendekatan normatif sosiologis dan teologis yang menjelaskan pokok persoalan dalam pandangan hukum Islam dan hukum positif, masyarakat dan sisi ketuhanan</p> 2021-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/view/689 Insider dan Outsider dalam Penafsiran: Upaya Membaca Tafsir dalam Dua Sisi Perspektif Kim Knott 2021-04-26T15:02:19+00:00 Mahbub Ghozali mahbub.ghozali@uin-suka.ac.id <p>This study aims to find new methods and meanings in the interpretation’s field. The finding of the method is intended to provide new insights regarding the objectivity of interpretation which is often disputed by many scholars. Based on this, this study uses qualitative methods with library research techniques. To in depth the data analysis, this study uses the insider and outsider approaches introduced by Kim Knott. This research finds that the synthesis between the interpretation of Western scholars and Islamic scholars produces a textual-historical understanding simultaneously. In the sense that the Quran is understood not only in the emphasis of the law and its sacredness, but also on its historical aspects which involve the cultural and historical structures that surround the Quran. The tendency of Western scholars to understanding the Quran in its critical aspect can suppress the subjectivity of Islam scholars interpretation which tends to be tendentious. In this context, this research concludes that the insider and outsider perspectives are not only used in Islamic studies, but also in specific aspect of Islamic studies. Therefore, the use of this perspective can be applied to other specific fields of Islam, so that an understanding of Islam can be more objective.</p> 2021-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/view/690 Dinamika Sarekat Islam dan Komunis 2021-04-26T14:56:59+00:00 Mirza Ghulam Ahmad e94219024@student.uinsby.ac.id Muhammad Arya Mahasta mahasta@gmail.com <p>Sheevliet seorang warga belanda paham komunisme di Indonesia melalui Semaun yang juga anggota dari Sarekat Islam (SI), Semaun niatnya bikin si di tempat tumbuh suburnya paham komunisnya lewat kongres-kongres sampai pada gerakanya inilah tokoh dari tokoh-si dan bikinnya dari SI hingga semakin bertambah perpecahan SI Merah dan SI Putih. SI Merah yang dipimpin semaun berubah menjadi Sarekat Rakyat yang merupakan cikal bakal dari Partai Komunis Indonesia (PKI), SI yang mana paham komunisme bisa bangkit dengan melakukan dan mengalah pendidikan kader sehingga pembinanya di lintas zaman pasca kemerdekaan dan bahkan hingga kini dengan nama Syarikat Islam .</p> 2021-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/view/693 Strategi Ekonomi Islam Untuk Kesejahteraan Umat 2021-04-26T16:54:26+00:00 Didi Suardi didisuardi1104@gmail.com <p>Kesejahteraan menurut sebagian masyarakat selalu dikaitkan dengan konsep kualitas hidup. Konsep kualitas hidup merupakan gambaran tentang keadaan kehidupan yang baik. Kesejahteraan pun menjadi bagian penting bagi suatu negara, bahkan, didirikannya atau dibentuknya sebuah negara salah satu tujuannya adalah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. Berbagai cara, metode, aturan, alat, pendekatan, ataupun kebijakan telah dipilih, ditempuh dan dilakukan oleh sebuah negara dalam rangka untuk mencapai tujuan tersebut. Definisi kesejahteraan dalam konsep masyarakat modern adalah sebuah kondisi dimana seorang dapat memenuhi segala kebutuhan, seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, jaminan sosial, jaminan kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan lainnya sebagai yang merupakan bagian dari kebutuhan, jika hilang komponen-komponen diatas maka eksistensi kehidupannya akan terancam. Kesejahteraan dalam ekonomi syariah bertujuan mencapai kesejahteraan manusia secara menyeluruh, yaitu kesejahteraan material, kesejahteraan spiritual dan moral. Konsep ekonomi kesejahteraan syariah bukan saja berdasarkan manifestasi nilai ekonomi, tetapi juga nilai spiritual dan moral. &nbsp;Konsepsi kesejahteraan dan kebahagiaan <em>(falah)</em> mengacu pada tujuan syariat Islam dengan terjaganya 5 prinsip dalam maqashid syari’ah, yakni terjanganya <em>agama (ad-ddin),</em> terjanganya jiwa <em>(an-nafs),</em> terjanganya akal <em>(al-aql),</em> terjanganya keturunan <em>(an-nasl)</em> dan terjanganya harta <em>(al-mal).</em> Kerjasamaan dan keadilan.</p> 2021-04-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman