https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/issue/feedProsiding Fakultas Ushulludin Adab dan Dakwah2026-04-13T11:26:36+07:00Open Journal Systemshttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6748Transformasi Metodologi Studi Tafsir Di Era Digital: Kajian Terhadap Penggunaan Sumber Rujukan Digital Pada Mahasiswa Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir Stain Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau2026-03-31T13:08:21+07:00Nur Ikhlas[email protected]Fattahul Rahman[email protected]Fauzi Fauzi[email protected]<p>The digital era has brought significant transformation in the methodology of Qur'anic exegesis studies, particularly in the increasing dominance of digital reference sources in the process of Islamic learning and research. This study aims to analyze the transformation of the methodology of tafsir studies in the digital era with a focus on the use of digital reference sources by students of the Qur'anic Sciences and Tafsir Study Program at STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Using a descriptive qualitative approach, this research explores the paradigm shift in tafsir study methodology from conventional to digital, as well as analyzing students' adaptation patterns to digital references in the study of tafsir and hadith. Data collection techniques include participatory observation, structured in-depth interviews, and comprehensive surveys of the students as research respondents. The research findings reveal that the transformation of tafsir study methodology in the digital era has evolved significantly, marked by massive adoption of digital technology in the learning process, with students primarily preferring mobile applications based on tafsir, integrated digital religious platforms, and online hadith databases. Substantial findings show that the use of digital references offers wider accessibility, efficiency in reference searches, and diversification of learning sources; however, it simultaneously raises methodological challenges such as doubts regarding source credibility, risks of fragmented understanding, and potential reduction in the quality of critical analysis. This study concludes that the transformation of tafsir study methodology in the digital era requires the development of a comprehensive and integrative digital literacy framework, encompassing competencies in source evaluation, digital critique methodologies, and hybrid learning strategies to ensure the continuity of academic quality in contemporary tafsir studies.</p> <p>Era digital telah membawa transformasi signifikan dalam metodologi studi tafsir Al-Qur'an, khususnya dalam penggunaan sumber rujukan digital yang semakin mendominasi proses pembelajaran dan penelitian keislaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi metodologi studi tafsir di era digital dengan fokus pada penggunaan sumber rujukan digital oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi pergeseran paradigma metodologi studi tafsir dari konvensional menuju digital, serta menganalisis pola adaptasi mahasiswa terhadap sumber rujukan digital dalam pembelajaran tafsir dan hadis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terstruktur, dan survei komprehensif terhadap mahasiswa sebagai responden penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa transformasi metodologi studi tafsir di era digital telah mengalami evolusi signifikan, ditandai dengan adopsi masif teknologi digital dalam proses pembelajaran, dengan preferensi utama mahasiswa pada aplikasi mobile berbasis tafsir, platform digital keagamaan terintegrasi, dan basis data hadis online. Temuan substansial menunjukkan bahwa penggunaan sumber rujukan digital memberikan aksesibilitas yang lebih luas, efisiensi dalam penelusuran referensi, dan diversifikasi sumber pembelajaran, namun simultaneously menimbulkan tantangan metodologis berupa keraguan terhadap kredibilitas sumber, risiko fragmentasi pemahaman, dan potensi reduksi kualitas analisis kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi metodologi studi tafsir di era digital memerlukan pengembangan kerangka literasi digital yang komprehensif dan integratif, yang mencakup kompetensi evaluasi sumber, metodologi kritik digital, dan strategi pembelajaran hibrid untuk memastikan kontinuitas kualitas akademik dalam studi tafsir kontemporer. Transformasi metodologi, studi tafsir, era digital, sumber rujukan digital, literasi digital.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nur Ikhlas, Fattahul Rahman, Fauzihttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6757 Studi Living Qur’an Tentang Pembacaan Surah Al-Fatihah Berirama di Rawang Kabupaten Kerinci2026-04-02T10:28:04+07:00Fauzi Imam[email protected]Oga Satria[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi al-Fatihah berirama yang dilakukan oleh masyarakat Hamparan Rawang, Sungai Penuh, pada kajian Living Qur’an. tradisi al-Fatihah berirama ini merupakan tradisi yang dilantunkan setiap acara keagamaan, dan hari-hari besar Islam di Rawang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi ini bermula dari pengajian yang dilakukan oleh generasi terdahulu, dengan pengajaran terhadap al-Qur’an, serta memberikan makna dan terjemahannya, yang bertujuan agar masyarakat tidak hanya sekedar membaca, akan tetapi memahami isinya. Kemudian pengajian tersebut dibacakan dengan menggunakan irama, dan nagham, yang merupakan adaptasi dari irama-irama budaya di Rawang. hal ini melahirkan perdebatan antara kelompok yang mendukung dan yang menolak. Temuan penelitian terhadap pembacaan al-Qur’an pada langgam Nusantara, menyimpulkan bahwa hadis yang digunakan untuk anjuran membaca al-Qur’an dengan nagham Arab, tidak Shahih. Sehingga irama-irama pembacaan al-Qur’an merupakan hasil ijtihad dari manusia. dengan demikian tradisi al-Fatihah berirama mencerminkan dinamika interaksi al-Qur’an dan budaya lokal menunjukkan bagaimana masyarakat Rawang menghidupkan al-Qur’an<br />dalam ekspresi religiusnya.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fauzi Imam dan Oga Satriahttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6758Hakikat Manusia dalam Perspektif Pendidikan Islam: Kajian Filosofis dan Implikasinya terhadap Pengembangan Kurikulum Nasional2026-04-02T10:32:40+07:00Dedi Afrison[email protected]Siti Zahara[email protected]<p>Penelitian ini mengkaji hakikat manusia dari perspektif Islam serta implikasinya terhadap pengembangan kurikulum nasional. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian menganalisis dimensi manusia menurut filsafat Barat dan Islam, serta bagaimana konsep tersebut menjadi dasar pendidikan. Fokus analisis meliputi kesadaran diri, moralitas, kebebasan, hak dan kewajiban, konsep kebahagiaan, dan potensi manusia sebagai individu, makhluk sosial, makhluk susila, dan makhluk beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi konsep hakikat manusia Islami dalam kurikulum dapat memperkuat karakter, moral, dan spiritual peserta didik sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional dan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian merekomendasikan penguatan filosofi manusia seutuhnya dalam kurikulum Merdeka Belajar agar menghasilkan insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan mampu bersaing secara global.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dedi Afrison dan Siti Zaharahttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6759Peran Perpustakaan dalam Konservasi dan Mendukung Riset dan Publikasi Ilmiah di Perguruan Tinggi2026-04-02T10:39:10+07:00Sofia Laila[email protected]Dovel Pirmanto[email protected]Habil Afrialdi[email protected]Azlan Ramadhona[email protected]Duta Sebastian[email protected]Nabil Mubarok[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran perpustakaan di perguruan tinggi dalam menyediakan sumber informasi penelitian, mengidentifikasi layanan yang mendukung riset yang ada, dan menggali cara-cara untuk meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah dari kalangan akademisi. Metodelogi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan data dokumentasi dari pustakawan, dosen, dan mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perpustakaan IAIN Kerinci telah memberikan akses ke berbagai informasi seperti koleksi referensi, jurnal akademis, repositori digital, serta ruang baca yang nyaman. Namun, dukungan ini masih belum optimal karena terbatasnya akses ke jurnal internasional, kurangnya program pelatihan literasi informasi, dan juga terdapat masalah teknis yang sering terjadi pada fasilitas digital seperti repository. Di samping itu, perpustakaan belum menerapkan model embedded librarianship, sehingga pendampingan dalam riset bersifat pasif dan tidak menyentuh bagian strategis dari publikasi ilmiah. Temuan penelitian juga mengungkapkan adanya kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi pustakawan, memperbaiki infrastruktur digital, dan memperkuat kerjasama antara perpustakaan dan fakultas dalam pengembangan koleksi dan layanan bagi penelitian. Penelitian ini menekankan bahwa pergeseran perpustakaan perguruan tinggi menjadi pusat dukungan penelitian memerlukan strategi layanan yang lebih proaktif, peningkatan literasi informasi, dan inovasi yang didasarkan pada teknologi untuk menghadapi tantangan akademik masa kini.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sofia Laila, Dovel Pirmanto, Habil Afrialdi, Azlan Ramadhona, Duta Sebastian dan Nabil Mubarokhttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6760Teknologi Digital: Meningkatkan Etos Kerja Perspektif Al-Qur’an2026-04-02T10:42:44+07:00Rahman Peliza[email protected]Iril Admizal[email protected]<p>Transformasi dakwah di era digital telah mengalami perubahan yang sangat signifikan seiring berkembangnya teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana teknologi digital berperan dalam meningkatkan efektivitas transformasi dakwah di masyarakat modern. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan para dai, observasi partisipatif, serta analisis berbagai dokumen dan konten dakwah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital mampu memperluas jangkauan dakwah hingga melampaui batas geografis, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat diterima oleh audiens yang lebih beragam. Selain itu, teknologi digital meningkatkan kualitas interaksi antara dai dan mad’u melalui fitur komunikasi dua arah, seperti komentar, pesan langsung, dan sesi siaran langsung. Personalisi konten dakwah juga menjadi lebih mudah dilakukan karena teknologi memungkinkan penyesuaian materi sesuai kebutuhan, karakteristik usia, minat, dan budaya audiens. Di sisi lain, penyebaran informasi keagamaan menjadi lebih cepat dan efisien melalui berbagai platform seperti media sosial, aplikasi mobile, podcast, dan situs web. Dengan demikian, teknologi digital terbukti mendukung proses transformasi dakwah yang lebih efektif, adaptif, dan relevan. Penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi para dai dan organisasi dakwah untuk terus mengoptimalkan teknologi sebagai sarana penyebaran nilai-nilai agama secara bijak dan inovatif.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rahman Peliza dan Iril Admizalhttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6762Inovasi Layanan Perpustakaan untuk Generasi Z dan Alpha2026-04-02T10:49:33+07:00Dea Adinda Putri[email protected]Raffy Zetia Fansyah[email protected]Ihsan Firdaus[email protected]Dovel Pirmanto[email protected]Anggel Martin[email protected]Mifdal Azha Zikry[email protected]<p>Kemajuan teknologi informasi pada era digital saat ini telah membawa perubahan besar dalam hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Kehadiran internet, perangkat mobile, dan media sosial menjadikan akses informasi semakin mudah dan cepat. Kondisi ini juga berdampak langsung pada dunia pendidikan yang menuntut penyedia layanan informasi, khususnya perpustakaan, untuk bertransformasi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji fenomena perkembangan teknologi dan kebutuhan informasi generasi baru. Metode dalam penelitian artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur ilmiah dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif. Hasil penelitian di Perpustakaan IAIN Kerinci, layanan yang disediakan berupa layanan sirkulasi, layanan referensi, bebas perpustaka, layanan repository, layanan skripsi, dan seperti masih banyak lagi layanan yang ada di perpustakaan IAIN Kerinci. Perpustakaan juga menambah daya tarik melalui konten-konten yang menarik dan memberikan fasilitas senyaman mungkin seperti kafe, ruang baca, dan bioskop sehingga sesuai dengan kebutuhan generasi Z dan Alpha. Dengan adanya kafe membuat jumlah pengunjung perpustakaan IAIN Kerinci meningkat dari sebelumnya. Sistem perpanjangan online, pengingat via WhatsApp/email, dan rencana e-library mencerminkan arah layanan menuju digitalisasi. Sedangkan kafe, ruang diskusi, dan mini-bioskop menunjukkan transformasi perpustakaan menjadi ruang sosial kreatif. Perpustakaan juga menambah daya tarik melalui konten-konten yang menarik dan memberikan fasilitas senyaman mungkin seperti kafe, ruang baca, dan bioskop sehingga sesuai dengan kebutuhan generasi Z dan Alpha.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dea Adinda Putri, Dovel Pirmanto, Raffy Zetia Fansyah, Ihsan Firdaus, Anggel Martin dan Mifdal Azha Zikryhttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6749Repository as a Digital Preservation for Grey Literature Collection2026-04-01T12:16:14+07:00Lasenta Adriyana[email protected]Dwi Fitrina Cahyaningtyas[email protected]<p>The development of information technology encourages libraries to transform in providing access to digital information, especially to grey literature collections such as, research reports, and internal scientific works of institutions. 2025 is an important momentum year for STIKES Bhakti Husada Mulia to optimizing the role of institutional repositories as a digital platform for storing, managing, and disseminating grey literature collections along connection with the upcoming change in the institutional structure at 2026. This study aims to determine the role of repositories in increasing information accessibility for the academic community and identify the effectiveness of implementing repositories as a digital platform for preserving scientific works. The research method used is descriptive quantitative, through questionnaires given to users of repository services at the library. The results show that in terms of ease of access 60% choose easy in access, in terms of ease of searching information 85% choose easy, in terms of the suitability of search results 80% choose easy, and in terms of ease of downloading 90% choose easy. The conclusion of this study is that the repository at STIKES Bhakti Husada Mulia Library is effective as a digital access medium for grey literature collections, especially in supporting student needs in academic activities, especially research and writing final assignments. However, the ease of access aspect still needs to be improved in order to provide a more optimal user experience</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Lasenta Adriyana, Dwi Fitrina Cahyaningtyashttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6753Ayie Cinano di Tengah Moderenitas: Praktik Pengobatan Tradisional Masyarakat Desa Pelak Gedang Kabupaten Kerinci untuk Demam dan Campak2026-04-01T12:22:38+07:00Yova Sandra[email protected]Jamal Mirdad[email protected]<p>This article discusses the sustainability of the practice of traditional ayie cinano medicine in the people of Pelak Gedang Village, Kerinci Regency, in the midst of the increasingly strong currents of modernity. Ayie cinano, as a traditional healing method for fever and measles, is still maintained by some people, but is now starting to be pressured by the development of modern health services, changes in mindset, and the diminishing interest of the younger generation in ancestral traditions. The lack of documentation and weak inheritance of knowledge also increase the risk of the loss of this practice in the future. Based on these problems, this study aims to find out the form of practice of using ayie cinano, the cultural meaning that underlies it, and how modernity affects people's views on this traditional medicine. The research uses ethnomedical theory to understand the links between healing practices, local knowledge systems, and cultural values that live in communities. The ethnographic method is applied through interviews, observations, and documentation to obtain an in-depth picture of the practice of ayie cinano. The results of the study show that ayie cinano has a strong cultural significance as an ancestral heritage that connects humans, nature, and spirituality. The practice involves the use of natural materials from nature accompanied by the recitation of prayers and mantras, as well as the existence of special ordinances that are part of the local knowledge structure. In addition to serving as a healing medium, ayie cinano also strengthens solidarity and social cohesion. However, modernity has led to a shift in people's preferences, although some still combine traditional and medical medicine. Conservation challenges arise from reduced regeneration, but revitalization opportunities remain open through documentation and development of cultural research.</p> <p>Artikel ini membahas tentang keberlangsungan praktik pengobatan tradisional ayie cinano pada masyarakat Desa Pelak Gedang, Kabupaten Kerinci, di tengah arus modernitas yang semakin kuat. Ayie cinano, sebagai metode penyembuhan tradisional untuk demam dan campak, masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat, namun kini mulai mengalami tekanan akibat perkembangan layanan kesehatan modern, perubahan pola pikir, serta berkurangnya minat generasi muda terhadap tradisi leluhur. Minimnya dokumentasi dan lemahnya pewarisan pengetahuan turut memperbesar risiko hilangnya praktik ini di masa depan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk praktik penggunaan ayie cinano, makna budaya yang melandasinya, serta bagaimana modernitas memengaruhi pandangan masyarakat terhadap pengobatan tradisional ini. Penelitian menggunakan teori etnomedisin untuk memahami kaitan antara praktik penyembuhan, sistem pengetahuan lokal, dan nilai budaya yang hidup dalam masyarakat. Metode etnografi diterapkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi guna memperoleh gambaran mendalam mengenai praktik ayie cinano. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayie cinano memiliki makna budaya yang kuat sebagai warisan leluhur yang menghubungkan manusia, alam, dan spiritualitas. Praktiknya melibatkan penggunaan bahan alami dari alam disertai pembacaan doa dan mantra, serta adanya tata cara khusus yang menjadi bagian dari struktur pengetahuan lokal. Selain berfungsi sebagai media penyembuhan, ayie cinano juga memperkuat solidaritas dan kohesi sosial. Namun, modernitas menyebabkan pergeseran preferensi masyarakat, meskipun sebagian tetap memadukan pengobatan tradisional dan medis. Tantangan pelestarian muncul dari berkurangnya regenerasi, tetapi peluang revitalisasi tetap terbuka melalui dokumentasi dan pengembangan penelitian budaya.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yova Sandra, Jamal Mirdadhttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6754Local Wisdom in the Oral Traditions of the Kerinci People as an Effort to Preserve the Environment2026-04-01T12:33:33+07:00Faras Puji Azizah[email protected]Siti Zahara[email protected]Jamal Mirdad[email protected]<p>Environmental degradation is on the rise due to a decline in public awareness of the need to preserve nature. This study aims to analyze the role of the oral traditions of the Kerinci community as a form of local wisdom in environmental conservation. The study employs a descriptive qualitative method, drawing data from traditional leaders and local residents who understand the oral traditions. Data collection was conducted through in-depth interviews, while data analysis utilized qualitative descriptive techniques, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that oral traditions are still preserved in several areas of Kerinci and play a role in instilling environmental conservation values, such as respecting nature, maintaining ecosystem balance, and utilizing natural resources wisely. Oral traditions also serve as a means of ecological education passed down from generation to generation to the younger generation.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Faras Puji Azizah, Siti Zahra, Jamal Mirdadhttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6756Tradisi Lisan Parno Adat Penyerahan Serta Adat Pernikahan Desa Koto Majidin2026-04-02T08:27:47+07:00Muhammad Syafiq[email protected]<p>Parno oral tradition is one of the forms of oral literature of the Kerinci community that plays an important role in the implementation of customary handover and marriage ceremonies in Koto Majidin Village. Parno is delivered by customary elders, such as Depati and Ninik Mamak, using rhythmic language that contains customary expressions, proverbs, and life advice. This study aims to describe the form and function of the Parno oral tradition in customary handover and marriage ceremonies, to identify the local wisdom values embedded in it, and to analyze its implications for the sustainability of the oral tradition. This research employs a descriptive qualitative method through literature study and observation of Parno performances in customary ceremonies. The data are analyzed using cultural theme analysis with a holistic approach. The results show that the Parno oral tradition of Koto Majidin Village contains values of togetherness, morality, ethics, spirituality, and character education integrated with Islamic teachings. However, its existence faces challenges due to the declining understanding and interest of the younger generation. Therefore, preservation efforts through strengthening understanding and intergenerational transmission of Parno are essential.</p> <p>Tradisi lisan Parno merupakan salah satu bentuk sastra lisan masyarakat Kerinci yang berperan penting dalam pelaksanaan adat penyerahan dan adat pernikahan di Desa Koto Majidin. Parno dituturkan oleh tetua adat, seperti Depati dan Ninik Mamak, dengan bahasa berirama yang mengandung ungkapan adat, peribahasa, serta petuah kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tradisi lisan Parno dalam adat penyerahan dan pernikahan, mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis implikasinya terhadap keberlangsungan tradisi lisan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dan observasi terhadap pelaksanaan Parno dalam upacara adat. Data dianalisis menggunakan analisis tema kultural dengan pendekatan holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Parno adat Desa Koto Majidin mengandung nilai kebersamaan, moral, etika, spiritualitas, serta pendidikan karakter yang berpadu dengan ajaran Islam. Namun, keberadaan Parno menghadapi tantangan akibat menurunnya pemahaman dan minat generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian melalui pemahaman makna dan pewarisan tradisi Parno adat secara berkelanjutan.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Syafiqhttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6780Strategi Branding di Era Digital: Penyebaran Informasi Perpustakaan Melalui Media Sosial di Perguruan Tinggi Islam2026-04-07T09:35:29+07:00Jalinur Jalinur[email protected]Astuni Rahayu[email protected]<p>The rapid development of technology and the increasingly fast dissemination of information have made branding strategies increasingly important for society, including Islamic higher education libraries, in strengthening their image and expanding information outreach. One branding strategy in the digital era is the use of social media as a tool to disseminate library information and build relationships with users. This study aims to analyze the branding strategies employed by Islamic higher education institutions in disseminating library information through social media. The research methodology adopts a qualitative approach by exploring various branding strategies implemented by Islamic higher education institutions in managing their social media platforms. Data were collected through text and content analysis of official social media accounts of Islamic higher education libraries. The results indicate that Islamic higher education libraries are increasingly aware of the importance of social media in supporting branding strategies. Effective branding strategies through social media include the use of high-quality content that aligns with brand values and identity, active interaction with followers on social media accounts, and the utilization of innovative features such as live videos and Instagram Reels. In addition, consistency in messaging and visual presentation was identified as a key factor in strengthening branding among social media followers. The conclusions of this study provide deeper insight into how Islamic higher education libraries utilize social media as a strategic tool for branding and library information dissemination. The practical implication of this study highlights the importance for Islamic higher education libraries to continuously develop and refine their branding strategies in the digital era and to adapt to emerging trends and new technologies in social media.</p> <p>Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan penyebaran informasi yang semakin cepat, strategi branding menjadi semakin penting bagi masyarakat termasuk perpustakaan perguruan tinggi islam untuk memperkuat citra serta menjangkau informasi yang lebih luas. Salah satu strategi branding di era digital adalah penggunaan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan informasi perpustakaan dan membangun hubungan dengan pemustaka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding yang digunakan oleh perguruan tinggi Islam dalam penyebaran informasi perpustakaan melalui media sosial. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggali berbagai strategi branding yang diterapkan oleh perguruan tinggi Islam dalam mengelola platform media sosial. Pengumpulan data melalui analisis teks dan konten dari akun media sosial resmi perpustakaan perguruan tinggi islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi islam semakin menyadari pentingnya media sosial dalam mendukung strategi branding. Strategi branding yang efektif melalui media sosial mencakup penggunaan konten berkualitas yang relevan dengan nilai-nilai dan identitas merek, interaktif aktif dengan pengikut di akun media sosial, dan penggunaan fitur-fitur inovatif seperti video live dan Reels Instagram. Selain itu, ditemukan bahwa konsisten pesan dan visual merupakan faktor kunci utama dalam memperkuat branding di kalangan pengikut akun sosial media. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana perpustakaan perguruan tinggi Islam memanfaatkan media sosial sebagai alat strategis dalam membangun branding dan penyebaran informasi perpustakaan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya perpustakaan perguruan tinggi Islam untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan strategi branding di era digital, serta menyesuaikan dengan perkembangan tren dan teknologi baru dalam media sosial.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jalinur dan Astuni Rahayuhttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6781Komunikasi Pendidikan Islam di Era Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)2026-04-07T09:39:51+07:00Jalwis Jalwis[email protected]Winda Oktaviana[email protected]Titinku Sayang[email protected]Marsa Afianda[email protected]<p>Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Pendidikan Islam sebagai sistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai wahyu menghadapi tantangan sekaligus peluang dalam memanfaatkan teknologi AI, khususnya dalam aspek komunikasi pendidikan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji konsep komunikasi pendidikan Islam di era kecerdasan buatan, meliputi peluang pemanfaatan AI, tantangan etis dan pedagogis, serta strategi integrasi AI yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan efektivitas komunikasi pembelajaran Islam melalui personalisasi materi, akses informasi yang luas, dan interaksi digital yang adaptif. Namun, penggunaan AI harus dibingkai dengan prinsip akhlak, tanggung jawab moral, dan peran sentral pendidik agar tujuan pendidikan Islam tetap tercapai secara holistik.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jalwis, Winda Oktaviana, Titinku Sayang dan Marsa Afiandahttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6782Ritual Mandi Balimau Dalam Arus Modernitas: Tinjauan Konflik Sosial Adat dan Ulama Dalam Pelaksanaan Tradisi Mandi Balimau di Desa Pulau Tengah Kerinci2026-04-07T10:47:56+07:00Irwan Aditama[email protected]Norman Ohira[email protected]<p>Mandi Balimau is a tradition passed down from generation to generation by ancestors in Kerinci and is usually carried out by the community together in rivers or public bathing places. However, as time goes by, there are different views from the community, especially from Pemangku adat and religious circles, in interpreting this tradition. These differences of opinion gave rise to various groups in society, this happened in Pulau Tengah Village, Kerinci. Some people still carry out traditions, some no longer carry out traditions and some do not carry out traditions but still maintain the traditions of their ancestors. This study uses a Definitive Qualitative method by conducting Observations, Literature Studies and Interviews to directly find out the dynamics of the implementation of the Mandi Balimau tradition in Pulau Tengah Village. Traditional leaders and religious scholars agree that the Mandi Balimau is a cultural practice, not a religious ritual, and the procedures for its implementation are adapted to Islamic teachings to avoid polytheistic values.</p> <p>Mandi Balimau adalah tradisi yang diturunkan temurun oleh nenek moyang di Kerinci dan biasanya dilakukan oleh masyarakat sacara bersama-sama di sungai maupun tempat pemandian umum. Namun dalam perkembangan zaman, terjadi perbedaan pandangan dari masyarakat terutama dari kalangan adat dan ulama dalam menafsirkan tradisi tersebut. Perbedaan pandangan tersebut memunculkan bagian-bagian kelompok masyarakat, hal ini terjadi di Desa Pulau Tengah, Kerinci. Sebagian masyarakat masih melaksanakan tradisi, sebagian tidak lagi melakukan tradisi dan sebagiannya tidak melakukan tradisi namun masih menjaga tradisi nenek moyang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Definitif dengan melakukan Observasi, Studi Literatur dan Wawancara untuk mengetahui secara langsung dinamika pelaksanaan tradisi mandi balimau di Desa Pulau Tengah. Pemangku Adat dan Ulama mengesepakati bahwa mandi balimau merupakan kebudayan bukanlah ritual keagamaan dan tata cara pelaksanaannya disesuaikan dengan ajaran Islam untuk menghindari nilai-nilai kesyirikan.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Irwan Aditama dan Norman Ohirahttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6809Relasi Kuasa dalam Dakwah Digital: Analisis Otoritas Da’i dan Respons Audiens di Media Sosial melalui Systematic Literature Review2026-04-13T10:12:23+07:00Ivan Sunata[email protected]<p>This study aims to examine the power relations between preachers and audiences in digital da'wah through a Systematic Literature Review (SLR) approach. By analyzing 19 scientific articles published in the last decade, this study maps how religious authority is represented, constructed, and confirmed in the context of social media. The results show that power relations in digital da'wah are dynamic, no longer centered on institutional authority, but on the da'i's performativity, audience response, and the distribution logic of the digital platform. Da'i builds authority through personal, consistent, and visual communicative strategies, while the audience plays an active role in assessing and affirming religious legitimacy based on emotional engagement and value relevance. This study concludes that digital da'wah forms a new power configuration based on two-way and participatory interactions. The main contribution of this study lies in a relational understanding of religious authority in the digital era and the importance of technological mediation in shaping the dynamics of contemporary Islamic da’wah.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi kuasa antara da’i dan audiens dalam dakwah digital melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Dengan menganalisis 19 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam satu dekade terakhir, penelitian ini memetakan bagaimana otoritas religius direpresentasikan, dibangun, dan dikonfirmasi dalam konteks media sosial. Hasil menunjukkan bahwa relasi kuasa dalam dakwah digital bersifat dinamis, tidak lagi berpusat pada otoritas institusional, melainkan pada performativitas da’i, respons audiens, serta logika distribusi platform digital. Da’i membangun otoritas melalui strategi komunikatif yang personal, konsisten, dan visual, sementara audiens berperan aktif dalam menilai dan mengafirmasi legitimasi religius berdasarkan keterlibatan emosional dan relevansi nilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah digital membentuk konfigurasi kuasa baru yang berbasis interaksi dua arah dan partisipatif. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada pemahaman relasional terhadap otoritas religius di era digital dan pentingnya mediasi teknologi dalam membentuk dinamika dakwah Islam kontemporer.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ivan Sunatahttps://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6810Digital Archiving Systems for Protecting Local Wisdom in the Era of Artificial Intelligence2026-04-13T10:14:46+07:00Dovel Pirmanto[email protected]<p>The development of digital technology and artificial intelligence (AI) has presented both opportunities and challenges in preserving local wisdom, which is increasingly threatened by globalization and modernization. The transformation towards a digital archiving system is a strategic solution to systematically and sustainably maintain the sustainability of cultural values. However, the integration between AI technology and archiving systems that consider aspects of cultural authenticity is still limited. This research aims to design and develop an AI-based digital archiving system to comprehensively protect local wisdom. The scope of the research includes system architecture design, AI technology integration, and community involvement in the archiving process. The method used is Research and Development (R&D) with the stages of Systematic Literature Review (SLR), needs analysis, system design, and evaluation using functional testing and user acceptance tests. The results of the study indicate that the developed system is able to automate the process of classifying and managing local wisdom data using AI technology, increase the efficiency of digital storage, and expand the accessibility of cultural information. In addition, this system encourages active community participation in the cultural documentation process. Thus, the AI-based digital archiving system has proven to be an innovative and adaptive solution in preserving local wisdom sustainably in the digital era.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dovel Pirmanto https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6811Proyeksi Islam Tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi2026-04-13T10:16:42+07:00Ahmad Zuhdi[email protected]<p>Artikel ini membedah tentang “Proyeksi Islam Tentang Pengetahuan dan Teknologi. Penjelasannya berkaitan dengan warisan dan kontribusi pemikiran yang diperolehi dari ajaran Isla. Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). Pertama, menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam, bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh ilmu pengetahuan. Ini bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan, melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Dengan mengambil kajian melalui kajian literasi atau studi pustaka.</p>2026-04-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ahmad Zuhdi