Penguatan Literasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Cyberbullying pada Siswa SMA Negeri 12 Medan
Abstract
Perkembangan teknologi digital yang sangat massive telah memberikan dampak signifikan terhadap pola interaksi remaja, salah satunya adalah siswa sekolah menengah atas. Namun, di sisi lain, kemajuan teknologi ini memunculkan permasalahan sosial baru yaitu cyberbullying, yang memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental dan perkembangan sosial peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan literasi digital sebagai upaya pencegahan perilaku cyberbullying di kalangan siswa SMA Negeri 12 Medan. Metode pelaksanaan kegiatan melalui sosialisasi interaktif. Materi yang diberikan mencakup pemahaman etika digital, keamanan berinternet, penggunaan media sosial secara bijak, strategi menghadapi dan melaporkan tindakan cyberbullying. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta perubahan sikap peserta terhdap perilaku digital yang bertanggung jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman siswa mengenai dampak dan pencegahan cyberbullying serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya membangun lingkungan digital yang postif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model penguatan literasi digital di lingkungan sekolah, sekaligus mendukung terciptanya budaya bermedia yang sehat dan beretika dikalangan remaja.
Downloads
References
Adi, I. (2013). Pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Anderson, M., & Jiang, J. (2018). Teens, social media & technology 2018. Washington DC: Pew Research Center.
Arends, R. (2012). Learning to teach. New York: McGraw-Hill.
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action. Englewood Clifss: Prentice-Hall.
Boyd, D. (2014). It's complicated: the social lives of networked teens. Connecticut: Yale University Press.
Creswell, J. (2014). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. California: Sage Publications.
Diannita, A., Salsabela, F., Wijiati, L., & Putri, A. (2023). Pengaruh bullying terhadap pelajar pada pingkat pekolah menengah pertama. Journal of Education Research, 4(1), 297-301.
Gilster, P. (1997). Digital lteracy. New York: Wiley.
Hindujaya, S., & Patchin, J. (2014). Bullying beyond the schoolyard : preventing and responding to cyberbullying. California: Sage Pubications.
Indonesia, A. P. (2024, February 07). APJII jumlah pengguna internet Indonesia tembus 221 juta orang. Retrieved from Asosiasi Penyelenggara Jaa Internet Indonesia: https://www.apjii.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang?utm_source=chatgpt.com
Kirkpatrick, D., & Kirkpatrick, J. (2006). Evaluating training programs: the four levels. San Francisco: Berrett-Koehler.
Kristianti, L. (2024, Januari 31). APJII sebut penetrasi internet Indonesia naik jadi 79,5 persen di 2024. Retrieved from Antara: Kantor Berita Indonesia: https://www.antaranews.com/berita/3941181/apjii-sebut-penetrasiinternet-%0Aindonesia-naik-jadi-795-persen-di-2024?utm_source=chatgpt.com
Mada, U. G. (2022). Indonesia-National adolescent mental health survey (I-NAMHS): laporan penelitian. (A. E. Kuntoro, Ed.) Yogyakarta: Pusat Kesehatan Reproduksi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada.
Maghfirah, S. A., Alfarauq, S., SAS, A., & Sahlan, M. F. (2025). Penguatan literasi digital untuk mencegah cyberbullying dan pergaulan bebas di kalangan remaja pedesaan. Computer and Business: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Combiz), 2(2), 10-18.
Mardiyati, I. (2017). Fenomena hate speech di sosial media dalam perspektif psikologi islam. At-Turats, 11(1), 31-38.
Mayer, R. (2009). Multimedia learning. Cambridge: Cambridge University Press.
Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrant. On The Horizon, 9(5), 1-6.
Pudjianto, B. W., Nusirwan, Susena, A., Kusumasari, D., Agustina, L., Andriariza, Y., . . . Imran, F. (2025). Indeks masyarakat digital Indonesia (IMDI) 2025. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital.
Putri, I. G., Dwiputranti, M. i., Putra, I. G., Adiputra, I. m., & Yoga, K. M. (2025). Penguatan literasi digital dan etika digital anti-cyberbullying untuk kesejahteraan mental remaja. JMM: Jurnal Masyarakat Mandiri, 9(3), 307-3089.
Ribble, M. (2011). Digital citizenship in education. Virginia: International Society for Technology.
Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sudjana, D. (. (2005). Manajemen program pendidikan: untuk pendiidkan nonformal dan pengembangan sumber daya manusia. Bandung: Falah Production.
Sudjana, D. (2005). Metode dan teknik pembelajaran partisipatif. Bandung: Falah Production.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suswati, W., Budiman, M., & Yuhbaba, Z. (2023). Kesehatan mental pada remaja di lingkungan sekolah menengah atas wilayah urban dan rural Kabupaten Jember. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Indonesia, 11(3), 537-544.
Syah, M. (2022). Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Usman, H. (2002). Administrasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Copyright (c) 2025 Hilda Syaf’aini Harefa, Ida Mariani Pasaribu, Miftha Khulzannah,Elizabeth Haloho, Bellafistha Maria Selastri Balan Adam Klinsman Garamba

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















