Membangun Kesalehan Sosial melalui Dakwah di Bulan Suci Ramadhan 1446 H
Abstrak
The holy month of Ramadan is considered an opportune moment for the performance of good deeds. Muslims engage in a greater number of acts of worship during the month of Ramadan than at any other time. Consequently, this period is considered optimal for a Da’i to disseminate the tenets of Islam. It is through this da’wah that the formation of piety in an individual is aspired to be achieved. The present research is classified as qualitative, incorporating two approaches: the field study approach and the autoethnographic approach. This approach is employed because, in addition to the author going directly to the field, the author as a researcher is also the object under study, because the author himself delivers da’wah messages. The findings of this study demonstrate that, in addition to mau’idhah hasanah, wisdom constitutes an approach adopted by the author in their preaching. This approach is employed to adapt to the mad’unya. For instance, in a discourse directed towards mothers, the author employs the theme of maintaining one's verbal conduct. In the context of delivering a sermon to students, the author employs the theme of the significance of manners and knowledge. In the context of tarawih prayer congregations during Ramadan, the author employed the theme of piety as the underlying purpose of fasting. In the context of halal bi halal events, the author employs the theme of maintaining silaturrahim. The dissemination of da’wah messages that are tailored to the mad'unya is anticipated for the author as a preacher, with the objective of fostering piety in individuals according to their specific needs.
Unduhan
Referensi
Al-Ghazali, A.H. (2010). Ihya ‘Ulumuddin, E-Book: al-Maktabah al-Syamilah.
Al-Jilani, A.Q. (1999). Al-Ghunyah Li Thalib Thariq al-Haq. Muhaqqiq: ‘Isham Faris. Beirut: Dar Jail.
Al-Munawaroh, Madiha. (2018). “gibah di kalangan ibu rumah tangga (Studi Kasus di Desa Muara Pungkut Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal)”. (IAIN Padangsidimpuan).
Amarullah, R & Nasibah, N. (2024). Penguatan etika dan moralitas dalam dakwah pendidikan islam di lingkungan akademis. Ahsan: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 3(1),56-68.
Arianti, J. (2024). Dampak gibah terhadap keharmonisan di kalangan perempuan pada masyarakat pesisir Kelurahan Gading Kota Tanjung Balai. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 8(4).
Az-Zarnuji. (2009). Ta’lim Muta’alim, terj. Abdul Kadir Aljufri. Surabaya: Mutiara Ilmu.
Ellis, Carolyn. (2004). The Ethnographic I A Methodological Novel About Autoethnography. United States of America: Alta Mira Press.
Haq, I. A. (2024). Ramadhan Momentum Transformasi Dakwah Digital sebagai Upaya Membangun Kedigdayaan Islam. Al-Wasathiyah: Journal of Islamic Studies, 3(1), 39-52. https://doi.org/10.56672/alwasathiyah.v3i1.214
Husaini, A. (2023). Pendidikan Ideal di Era Disrupsi dan Peluang Pondok Pesantren. Iqamatuddin: Jurnal Ilmiah Pesantren, 1(1), 27-44. https://jurnal.bksppi.com/index.php/ijip/article/view/4
Ismail, I & Hotman, P. (2013). Filsafat Dakwah Rekayasa Membangun Agama dan Peradaban Islam. Kencana.
Kameliya, A. (2022). “Peran majelis taklim Al-furqon dalam meningkatkan pemahaman bahaya ghibah bagi ibu rumah tangga di Dusun Ciawi Desa Selajambe Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan”. (IAIN Syekh Nurjati Cirebon).
Kusnadi, K., Khatimah, Khusnul., & Saputra, Arham Hadi. (2021). Gibah dan fitnah dalam pandangan islam. RETORIKA: Jurnal Kajian Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 3(2), 149-158. https://doi.org/10.47435/retorika.v3i2.744
Meilani, N. (2023). Implementasi terapi zikir oleh ibu-ibu majelis taklim dalam mengatasi kebiasaan ghibah di Desa Gunung Tua Kecamatan Padang Bolak. (UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan).
Mulyani, D.K. (2024). Pendidikan akhlak dalam kitab Ta’limul Muta’alim dan relevansinya dengan pendidikan karakteristik. Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI), 2(2), 417-428. https://doi.org/10.61930/pjpi.v2i2.749
Musa, M., J, Ilfiana, I., & Firmansyah, M. Feri. (2023). Urgensi dakwah sekolah bagi generasi millenial. Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora, 9(1), 1-15. https://doi.org/10.37567/alwatzikhoebillah.v9i1.1551
Nisa, K., Nazlia, R., & Mahfi, I.A. (2023). Mencapai martabat mulia dengan ilmu (Qs Al-Mujadilah Ayat 11). Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 5(1), 215-246. https://doi.org/10.24239/al-munir.v5i1.318
Nuraeni, H.A., Andayani, N., & Rasyid, A. (2022). Dakwah Nafsiyah dalam peningkatan keshalehan individual siswa di masa pandemi Covid-19. Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah), 22(1), 94–107. https://doi.org/10.15575/anida.v22i1.18529
Rahman, T. (2024). Membentuk generasi berakhlak mulia: kolaborasi dakwah dan pendidikan. At-Tadabbur: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 14(II), 79-86. https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Attadabbur/article/view/900
Rosadi, I & Mutiawati. (2024). Manajemen dakwah dalam pembinaan akhlakul karimah siswa SD IT pesantren nur ihsan. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi, 6(1), 14-28. http://dx.doi.org/10.24014/jrmdk.v6i1.29181
Rozak, A. (2015). Membangun moral bangsa melalui dakwah dan pendidikan anak. Jurnal Studi Gender dan Anak, 2(2), 160-174. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34175
Said, S.R. (2023). Bimbingan keagamaan pada ibu-ibu terhadap kecenderungan ghibah (اَلْغِيْبَةُ) di Desa Batetangnga Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. (IAIN Parepare).
Diana, I.N & Segaf. (2023). Exploring perceptions and elements of entrepreneurial behavior in pesantren: understanding fundamental concepts of Entrepreneurial Behavior. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(3), 962-972. https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v7i3.5913
Shihab, Quraish. (1999). Membumikan Al-Qur’an: Peran dan fungsi wahyu dalam kehidupan masyarakat. Mizan
Sihabudin, D. (2019). Komunikasi dakwah pada masyarakat adat kampung dukuh garut. Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah), 19(1), 63-88. https://doi.org/10.15575/anida.v19i1.5044
Tamar, M. (2018). Rezeki dalam perspektif al-qur’an (Analisis Penafsiran Hamka terhadap Ayat-Ayat Tentang Rezeki). (Institut PTIQ Jakarta).
Ulya, M.N., Putra, A.R., & Syaiful, M. (2022). Hadis larangan memutus hubungan silaturahmi. Al-Bayan: Journal of Hadith Studies, 1(1), 13-25. https://ejournal.iaikhozin.ac.id/ojs/index.php/al-bayan/article/view/59
Quthb, S. (2003). Tafsir fi Dzilalil Qur’an. Jakarta: Robbani Press.
Zain, A. (2019). Dakwah dalam perspektif Al-Quran dan Al-Hadits. At-Taujih: Bimbingan dan Konseling Islam, 2(1).
Zuhdi, A. (2019). Dakwah islamiah dan usaha mengatasi akhlak yang buruk. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, 1(1). https://fuad.iainkerinci.ac.id/sites/fuad.iainkerinci.ac.id/files/2023-11/1.%20Dakwah%20Islamiah%20dan%20Usaha%20Mengatasi%20Akhlak%20yang%20Buruk%20%282019%29.pdf
Hak Cipta (c) 2025 Fiqi Restu Subekti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.















