Pendirian Taman Baca Masyarakat sebagai Upaya Awal Memberikan Semangat Membaca di Desa Cipayung
Abstrak
Tingkat literasi indonesia yang masih rendah, terutama di wilayah pedesaan dengan minimnya bahan bacaan, mendorong dilakukannya pengabdian ini. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendiirkan Taman Baca Masyarakat (TBM) sebagai upaya yang simetris untuk menumbuhkan motivasi dan kebiasan membaca bagi anak-anak Sekolah Dasar dan masyarakat Desa Cipayung. Metode yang di gunakan adalah Kuliah Kerja Nyata (kukerta) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), di mana mahasiswa dan masyarakat berkolaborasi aktif dalam penyiapan fasilitas TBM selama kurang lebih tiga minggu. Proses ini mencakup observasi awal, penentuan lokasi di bangunan tak terpakai, pengadaan donasi buku, hingga penyiapan fisik ruang TBM dengan gotong royong, seperti pengecatan dan pembuatan rak buku dari barang bekas. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa TBM berhasil didirikan dan diresmikan sebagai pusat kegiatan non-formal dan sosial. Keberhasilan ini ditandai dengan tingginya kolaborasi dan gotong royong masyarakat dalam penyiapan fisik TBM. Antusiasme terlihat dari partisipasi lebih dari 40 orang dalam acara peresmian. Kesimpulan, TBM mampu menjadi katalisator perubahan budaya, memberdayakan masyarakat melalui literasi, dan menumbuhkan semangat membaca
Unduhan
Hak Cipta (c) 2025 Sinta Silvia, Humaeroh, Verry Mardiyanto, Fitri Handayanii

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.















