PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM DALAM KHI MELALUI ANALISIS MAQASHID SYARI’AH

Authors

  • Azhar Azhar

Abstract

The main objective of institutionalizing Islamic law is to create a common benefit to mankind through the analysis maqqashid Shari'ah. Renewal of Islamic Law is an attempt to apply the norms of the social reality to meet the needs of the development community to remain steadfast in the policies laid down by the religion itself through a dynamic process of purification. Reform does not mean replacing the teachings and laws that are absolute, fundamental, and universal, which is already covered by the provisions of the authentic. However, such reforms have ample wiggle room in how to renew understand, interpret, reformulate, and do teopassing on religious teachings which are beyond qath'iyyah region, namely the provisions that are included in the scope zhanniyyah reform areas. Tujuan utama pelembagaan hukum Islam, adalah untuk mewujudkan kemashlahatan bagi umat manusia melalui analisis maqqashid syari‟ah. Pembaharuan Hukum Islam merupakan upaya menerapkan norma-norma agama atas realitas sosial untuk memenuhi kebutuhan perkembangan masyarakat dengan tetap berpegang teguh pada dasar-dasar yang telah diletakkan oleh agama itu sendiri melalui proses pemurnian yang dinamis. Pembaharuan bukan berarti mengganti ajaran-ajaran dan hukum-hukum yang bersifat mutlak, fundamental dan universal, yang sudah tertuang dalam ketentuan-ketentuan yang otentik. Tetapi, pembaharuan itumempunyai ruang gerak yang cukup luas dalam memperbaharui cara memahami, menginterpretasi, mereformulasi dan melakukan teopassing atas ajaran-ajaran agama yang berada di luar wilayah qath‟iyyah, yaitu ketentuanketentuan yang sifatnya zhanniyyah yang masuk dalam lingkup wilayah pembaharuan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Azhar Azhar

Mahasiswa Program Doktor IAIN Imam Bonjol Padang

References

Abdurrahman, 1992, Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Akademika Pressindo, Jakarta.
Abu Zahrah, al-Jarimah wa al-„Uqûbah fi al-Fiqh al-Islâmiy: al-Jarîmah (al-Qahirah: Dar alFikr.
al-Ashfahaniy, Ar-Raghib. 1992. Mufradât Alfâz al-Qurân, Beirut: Ad-Dar al-Syamiyah.
Al-„Asqalâniy, t.th. Bulûgh al-Maram min Adillahal-Ahkâm, t.t: t.p
Asplund, Knut D dkk (Ed.), 2008, Hukum Hak Asasi Manusia, Yogyakarta: PUSHAM UII.
„Audah, Abd al-Qadir, 1992, al-Tasyrî„ al-Jinâ‟iy al-Islâmiy: Muqâranah bi al-Qânûn alWadh‟i.
Beirut: Muassasah al-Risalah.
Al-„Awwa, Muhammad Salîm. 1983. Fî Ushûl al-Nizhâm al-Jinâ‟iy al-Islâmiy.Kairo: Dâr alMa„ârif.
Bahnisi, Ahmad Fathi, al-Mausû‟ah al-Jinâ‟iyyah. Beirut: Dar al-Nahdhah al-„Arabiyyah.
al-Baladzari, Ahmad bin Yahya bin Jabir. t.th .Futûh al-Buldân.t.t: t.p.
Al-Jazîri, Abdurrahmân.t.th. al-Fiqh „ala al-Mazâhib al-Arba„ah.t.t. t.p.
Al-Luhaibiy, Sulaiman al-Sharhid. 1983. Al-„Uqûbât al-Tafwîdhiyyahwa Ahdâfuhâ fi Dhau‟i
al-Kitâbwa al-Sunnah. Jedah: t.p.
al-Mahalliy, Jalaluddin Muhammad bin Ahmad dan Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar
al-Suyuthi. t.th. Tafsîr al-Jalâlain, Semarang: Usaha Keluarga.
Al-Marâghiy, Ahmad Mushthafâ.Tafsîr al-Marâghiy.
Departemen Agama Republik Indonesia. 2005. Al-Qur‟an Terjemahan. Jakarta. PT syamil
Cipta Media
Mayer, Ann Elizabeth. 1999. Islam and Human Right: Tradition and Politics. Oxford:
Westview Press
Mufti, Muhammad Ahmad dan Sâmî Shâlih al-Wakîl. 1992. Huqûq al-Insânfî al-Fikr alSiyâsiy
al-Gharbiywa al-Syar„i al-Islâmiy (Dirâsah Muqâranah). Beirut: Dâr alNahdhah
al-Islâmiyyah
Mudzhar, M. Atho, Instrumen Internasional dan Peraturan Perundangan Indonesia tentang
Kebebasan dan Perlindungan Beragama, (Makalah)

Published

2013-06-11

Issue

Section

Articles