DIMENSI FITRAH DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

  • jafni nawawi IAIN Kerinci

Abstract

Petunjuk dalam QS. 30. Al Rum: 30 menggambarkan fitrah memiliki dua  dimensi yaitu fitrah agama dan fitrah manusia. Fitrah agama berwujud  wahyu dan sunnah, dan fitrah manusia merupakan potensi-potensi yang  baik. Keduanya kembar, Q.S. 7. Al A‟raf: 172 menginformasikan bahwa  setiap manusia di alam ruh telah mengucapkan syahadat mengakui  Allah sebagai Tuhan dan siap siaga menerima agama tauhid. Sabda  Rasulullah saw. bahwa “setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah”  sama maksudnya dengan Al A‟araf 172. Bila fitrah manusia tidak diisi  dengan agama tauhid maka terjadi penyimpangan dan kedurhakaan  terhadap Allah. Rasulullah saw. mengingatkan bahwa ibu bapaknya  (dan lingkungan) dapat membuat perkembangan fitrah manusia menjadi  menyimpang seperti orang Yahudi, Majusi, dan Nasrani. Untuk  memelihara fitrah tetap berkembang dengan ajaran agama tauhid  memerlukan proses memadukan dan menginternalisasikan ajaran agama  tauhid ke dalam diri manusia. Memadukan kedua fitrah itu memerlukan  proses pendidikan Islam yang teleologis untuk menyempurnakan akhlak  menjadi mulia guna mewujudkan Manusia Berkepribadian Muslim.
Published
2017-06-12
How to Cite
NAWAWI, jafni. DIMENSI FITRAH DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM. Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, [S.l.], v. 17, n. 1, p. 92-112, june 2017. ISSN 2502-7565. Available at: <https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/view/201>. Date accessed: 29 nov. 2020.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.