UPAYA INOVASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN HARMONI KERAGAMAN AGAMA DAN BUDAYA DI STAIN KERINCI (SEBUAH INOVASI PENDIDIKAN KARAKTER)

Authors

  • Masnur Alam

Abstract

The implementation of Islamic Education in Kerinci STAIN has not done kaffah (comprehensive), it was still partial, fanaticism, apologists, conservative, ritualistic. So to face the future, since the second semester of 2014 the course material of PAI and Philosophy of Islamic Education has been innovating the curriculum which was relevant to the needs of the times with themes that can respond to contemporary issues related to harmony in diversity, issues of peace, togetherness, compassion, gentleness, love each other. It also presenting the concept of an accommodative education, develop an attitude is not redundant (moderation). Be able to harmonize diversity (diversity) cultures and religions, can be away from prejudice (su'usdzdzan) and put it in the context of prejudice (husunudzdzan). So that the existence of Islamic Education truly a blessing, great teaching, conditioning and adhesives for social life, not as a doctrine of extreme, radical, exclusive, discriminatory, as a trigger or provocator of conflicts, divisions and carrier culprit curse. Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di STAIN Kerinci selama ini belum dilakukan secara kaffah, masih bersifat parsial, fanatisme,apologis, konservatif, ritualistik. Maka dalam menghadapi masa depan, sejak semester genap 2014 mata kuliah Materi PAI dan Filsafat Pendidikan Islam telah melakukan inovasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman dengan tema-tema yang dapat merespons isu-isu kontemporer yang berkaitan dengan harmoni dalam keragaman, masalah kedamaian, kebersamaan, kasih sayang, kelemah-lembutan, saling mencintai. Menghadirkan konsep pendidikan yang akomodatif, mengembangkan sikap tidak berlebih lebihan (moderation). mampu mengharmonisasi diversity (keragaman) budaya dan agama, dapat menjauhi prasangka buruk (su‟usdzdzan) dan meletakkannya dalam konteks prasangka baik (husunudzdzan). Sehingga eksistensi Pendidikan Agama Islam betul-betul menjadi rahmat, ajaran yang agung, penyejuk dan perekat bagi kehidupan sosial, bukan sebagai ajaran yang ekstrim, radikal, eksklusif, diskriminatif, sebagai pemicu atau propokator konflik, biang kerok perpecahan dan pembawa laknat.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Masnur Alam

Dosen Jurusan Tarbiyah STAIN Kerinci

References

Departemen Agama RI.,1983, Al-Qur‟an dan Terjemahnya (Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab
Suci Al-Quran Dept. Agama RI.
Abu Al Hasan Ali Al-Bashri Al Mawardi (Penerjemah: Ibrahim Syuaib), (2002), Etika Agama
dan Dunia Memahami Hakikat Beragama dan Berinteraksi di Dunia, Bangdung:
Pustaka Setia.
Adeng Muchtar Ghazali, (2004), Agama dan Kebangsaan dalam KonteksPerbandingan
Agama, Bandung: Pustaka Setia.
Ahmad Syafe‟i Mufid, (2001), Dialog Agama dan Kebangsaan, Jakarta Timur: Zikrul Hakim.
Anisatun Muti‟ah dkk.(2009), Harmonisasi Agama dan Budaya di Indonesia, Jakarta: Balai
Penelitian dan Pengembangan Agama.
Budhi Munawar Rahman, (2001), Islam Pluralis Kesetaraan Kaum Beriman, Jakarta:
Paramadina.
Burhanuddin Daya & Herman L. Beck (Redaktur), (1992), Ilmu Perbandingan Agamadi
Indonesia dan Belanda, Jakarta: INIS
H. A. W. Wijaya, (2002), Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Pancasila PadaPerguruan
Tinggi, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hasan Syukur, (2009), Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan, Buku Seri “Lebih Dekat Dengan
SBY”, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Komari A. Ahmadi, (1995), Perang dan Damai dalam Islam, Bandung: Pustaka.
Komaruddin Hidayat dan Wahyuni Nafis,(1995), Agama Masa Depan PersfektifFilsafat
Perannial, Jakarta: Paramadina.
Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF (editor), 2005, Islam Negara & CivilSosiety,
Gerakan dan Pemikiran Islam Kontemporer, Jakarta: Paramadina.
M. Amin Abdullah, (2000), Dinamika Islam Kultural Pemetaan Atas Wacana Keislaman
Kontemporer, Bandung: Mizan.
M. Amin Haedari,(2010), Pendidikan Agama di Indonesia, Gagasan dan Realitas, Jakarta:
Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan.
Mursyid Ali (editor), (2009), Pemetaan Kerukunan Kehidupan Beragama di BerbagaiDaerah
di Indonesia, Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan
Nurcholish Madjid, (2003), Islam Agama Kemanusiaan, Membangun Tradisi dan Visi Baru
Islam Indonesia,, Jakarta: Paramadina.
Nurcholish Madjid, (1997), Tradisi Islam Peran dan Fungsinya dalam Pembangunandi
Indonesia, Jakarta: Paramadina.
Yusnar Yusuf,(Pengantar Djohan Effendi), (2004), Prasangka Ber-Agama, ImplikasiKonflik
Sosial di Ambon Atas Relasi Keberagamaan di Indonesia, Jakarta: Penamadani.
Jurnal Harmoni, Mei-Agustus 2014
Koran Kompas, Sabtu, 18, Minggu, 19,Selasa, 21 April 2015, Jumat 24 April 2015
Koran Republika, Selasa 21, Kamis 23 April 2015, dan Sabtu, 2 Mai 2015
Telivisi TVOne, Berita KAA, Rabu, 22 April 2015, jam 5 WIB.
Televisi TVOne, Indonesia Lawyers Club, (Menpora vs PSSI), Selasa, 12 Mei 2015, jam 20
WIB.
Wawancara Jasrial Zakir, Senin, 15 Juni 2015
Wawancara Firdaus Yahya, 16 Juni 2015

Published

2016-08-18

Issue

Section

Articles