AKULTURASI ADAT DAN BUDAYA KERINCI DENGAN AGAMA ISLAM

Authors

  • Arki Auliahadi IAIN Kerinci

Abstract

Akulturasi adat budaya Kerinci dengan Islam merupakan proses historis dan sosial yang memperlihatkan kemampuan masyarakat Kerinci dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan praktik adat lokal. Sejak masuknya Islam ke wilayah Kerinci pada abad ke-16, interaksi antara syariat Islam dan tradisi adat yang berakar pada budaya Austronesia menciptakan pola hubungan yang harmonis, yang dirumuskan dalam prinsip “adat bersendi sara’, sara’ bersendi Kitabullah.” Nilai-nilai Islam kemudian memengaruhi sistem kekerabatan, hukum adat, ritual siklus hidup, serta tata pemerintahan adat yang dikenal dengan Depati dan Ninik Mamak. Sebaliknya, tradisi lokal seperti upacara adat, simbol-simbol budaya, dan mekanisme musyawarah tetap dipertahankan dengan penyesuaian pada ajaran Islam. Akulturasi ini tidak hanya menghasilkan pembaruan dalam praktik sosial dan keagamaan, tetapi juga memperkuat identitas masyarakat Kerinci sebagai komunitas adat yang religius. Studi mengenai akulturasi ini memperlihatkan bahwa Islam tidak menghapus tradisi Kerinci, melainkan memberi kerangka nilai yang menata ulang ekspresi budaya, sehingga menghasilkan bentuk budaya yang dinamis dan berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-04-13