Ritual Mandi Balimau Dalam Arus Modernitas: Tinjauan Konflik Sosial Adat dan Ulama Dalam Pelaksanaan Tradisi Mandi Balimau di Desa Pulau Tengah Kerinci

  • Irwan Aditama IAIN Kerinci
  • Norman Ohira IAIN Kerinci
Keywords: Tradisi, Mandi Balimau, Adat, Ulama.

Abstract

Mandi Balimau is a tradition passed down from generation to generation by ancestors in Kerinci and is usually carried out by the community together in rivers or public bathing places. However, as time goes by, there are different views from the community, especially from Pemangku adat and religious circles, in interpreting this tradition. These differences of opinion gave rise to various groups in society, this happened in Pulau Tengah Village, Kerinci. Some people still carry out traditions, some no longer carry out traditions and some do not carry out traditions but still maintain the traditions of their ancestors. This study uses a Definitive Qualitative method by conducting Observations, Literature Studies and Interviews to directly find out the dynamics of the implementation of the Mandi Balimau tradition in Pulau Tengah Village. Traditional leaders and religious scholars agree that the Mandi Balimau is a cultural practice, not a religious ritual, and the procedures for its implementation are adapted to Islamic teachings to avoid polytheistic values.

Mandi Balimau adalah tradisi yang diturunkan temurun oleh nenek moyang di Kerinci dan biasanya dilakukan oleh masyarakat sacara bersama-sama di sungai maupun tempat pemandian umum. Namun dalam perkembangan zaman, terjadi perbedaan pandangan dari masyarakat terutama dari kalangan adat dan ulama dalam menafsirkan tradisi tersebut. Perbedaan pandangan tersebut memunculkan bagian-bagian kelompok masyarakat, hal ini terjadi di Desa Pulau Tengah, Kerinci. Sebagian masyarakat masih melaksanakan tradisi, sebagian tidak lagi melakukan tradisi dan sebagiannya tidak melakukan tradisi namun masih menjaga tradisi nenek moyang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Definitif dengan melakukan Observasi, Studi Literatur dan Wawancara untuk mengetahui secara langsung dinamika pelaksanaan tradisi mandi balimau di Desa Pulau Tengah. Pemangku Adat dan Ulama mengesepakati bahwa mandi balimau merupakan kebudayan bukanlah ritual keagamaan dan tata cara pelaksanaannya disesuaikan dengan ajaran Islam untuk menghindari nilai-nilai kesyirikan.

Downloads

Download data is not yet available.
CROSSMARK
Published
2026-04-13
DIMENSIONS