Relasi Kuasa dalam Dakwah Digital: Analisis Otoritas Da’i dan Respons Audiens di Media Sosial melalui Systematic Literature Review

  • Ivan Sunata IAIN Kerinci

Abstrak

This study aims to examine the power relations between preachers and audiences in digital da'wah through a Systematic Literature Review (SLR) approach. By analyzing 19 scientific articles published in the last decade, this study maps how religious authority is represented, constructed, and confirmed in the context of social media. The results show that power relations in digital da'wah are dynamic, no longer centered on institutional authority, but on the da'i's performativity, audience response, and the distribution logic of the digital platform. Da'i builds authority through personal, consistent, and visual communicative strategies, while the audience plays an active role in assessing and affirming religious legitimacy based on emotional engagement and value relevance. This study concludes that digital da'wah forms a new power configuration based on two-way and participatory interactions. The main contribution of this study lies in a relational understanding of religious authority in the digital era and the importance of technological mediation in shaping the dynamics of contemporary Islamic da’wah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi kuasa antara da’i dan audiens dalam dakwah digital melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Dengan menganalisis 19 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam satu dekade terakhir, penelitian ini memetakan bagaimana otoritas religius direpresentasikan, dibangun, dan dikonfirmasi dalam konteks media sosial. Hasil menunjukkan bahwa relasi kuasa dalam dakwah digital bersifat dinamis, tidak lagi berpusat pada otoritas institusional, melainkan pada performativitas da’i, respons audiens, serta logika distribusi platform digital. Da’i membangun otoritas melalui strategi komunikatif yang personal, konsisten, dan visual, sementara audiens berperan aktif dalam menilai dan mengafirmasi legitimasi religius berdasarkan keterlibatan emosional dan relevansi nilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah digital membentuk konfigurasi kuasa baru yang berbasis interaksi dua arah dan partisipatif. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada pemahaman relasional terhadap otoritas religius di era digital dan pentingnya mediasi teknologi dalam membentuk dinamika dakwah Islam kontemporer.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
CROSSMARK
Diterbitkan
2026-04-13
DIMENSIONS