RESEPSI JAMAAH TERHADAP DAKWAH PERSUASIF USTAZ HILMAN FAUZI DALAM PROGRAM MENATA HATI
DOI:
https://doi.org/10.32939/jd.v5i1.7079Keywords:
Persuasive Da’wah, Audience Reception, Stuart Hall Reception Theory, Menata Hati ProgramAbstract
Dakwah persuasif yang memadukan pesan keagamaan dengan pengalaman emosional membentuk ruang pemaknaan yang beragam di kalangan jamaah. Keragaman ini menunjukkan bahwa jamaah tidak menerima pesan secara pasif, tetapi menafsirkannya berdasarkan pengalaman hidup dan kondisi emosional masing-masing. Kajian ini mengungkap resepsi jamaah terhadap dakwah Ustaz Hilman Fauzi dalam Program Menata Hati, khususnya pada proses pemaknaan, posisi decoding, dan peran emosi dalam penerimaan pesan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan 12 jamaah yang telah mengikuti Program Menata Hati minimal tiga kali. Informan dipilih melalui purposive sampling dan snowball sampling. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan enam tahapan analisis tematik Braun dan Clarke serta dipetakan berdasarkan teori encoding-decoding Stuart Hall. Hasil kajian menunjukkan bahwa jamaah memaknai pesan dakwah sebagai ajakan menata hati, menerima ketentuan Allah, memperkuat hubungan spiritual, dan mengurangi ketergantungan emosional kepada manusia. Resepsi terbagi ke dalam posisi dominan, negosiasi, dan oposisi. Storytelling, humor, muhasabah, journaling, sesi curhat, sedekah, dan doa bersama memperkuat keterlibatan emosional. Pengalaman hidup dan kondisi batin menentukan cara jamaah menerima, menyesuaikan, atau mengkritisi pesan. Jamaah juga melaporkan kecenderungan menjadi lebih reflektif, mampu mengelola emosi, dan memperbaiki relasi sosial. Namun, temuan ini berbasis pengalaman subjektif sehingga belum memverifikasi perubahan perilaku aktual. Observasi longitudinal diperlukan untuk menilai konsistensi perubahan tersebut. Pendakwah perlu merancang pesan yang empatik, kontekstual, dan sensitif terhadap pemulihan emosional jamaah. Secara teoretis, kajian ini memperluas teori resepsi Stuart Hall dalam konteks dakwah luring dengan menempatkan emosi sebagai faktor penting dalam proses decoding. Masa depan kajian dakwah persuasif memerlukan integrasi komunikasi, spiritualitas, dan psikologi audiens.
Downloads
References
Aditya, I., & Deni, I. F. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes Pesan Dakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar dalam Youtube Has Creative. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 10(3), 549–558. https://doi.org/10.32884/ideas.v10i3.1844
Anshar, M., Djamereng, A., & Ilham, M. (2024). Content Analysis and Audience Receptions of Online Da’wah on YouTube Social Media. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 40(1). http://ejournal.ukm.my/mjc/article/view/57867
Asrulla, A., Risnita, Jailani, M., Jeka, F., Negeri, U., Thaha, S., & Jambi, S. (2024). Populasi dan Sampling (Kuantitatif), Serta Pemilihan Informan Kunci (Kualitatif) dalam Pendekatan Praktis.
Clarke, V., & Braun, V. (2017). Thematic analysis. The Journal of Positive Psychology,12(3), 297–298. https://doi.org/10.1080/17439760.2016.1262613
Cummins, S., & Stille, M. (2021). Religious Emotions and Emotions in Religion: The Case of Sermons. Journal of Religious History, 45(1), 3–24. https://doi.org/10.1111/1467-9809.12726
Dhora, S. T., Hidayat, O., Tahir, M., Arsyad, A. A. J., & Nuzuli, A. K. (2023). Dakwah Islam di Era Digital: Budaya Baru “e-Jihad” atau Latah Bersosial Media. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 17(1), 306–320. https://doi.org/10.35931/aq.v17i1.1804
Fa’allih, R. N. (2023). KOMUNIKASI PERSUASIF PENJUAL KAMBING UNTUK MENARIK MINAT PEMBELI DI PASAR HEWAN SAMBEN KABUPATEN NGAWI.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Fitriansyah, M. B., Imam, J. S. N., Komarudin, E., & Taufiq, W. (2025). Estetika Makna dalam Komunikasi Al-Qur’an: Studi Stilistika atas Muhassinat Ma’nawiyyah dalam Ayat-Ayat Sosial. JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 6(3), 532–543. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i3.742
Hall, S. (2010). Encoding—Decoding (1980). In Crime and Media. Routledge.
Hidayat, A., Lasiyo, L., & Wahyono, S. B. (2025). Grassroots perspectives of Javanese Muslims on local kyai figures versus Islamic preachers in religious television broadcasts. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 38(1), 72–89. https://doi.org/10.20473/mkp.V38I12025.72-89
Inun, L. I., Sari, N. R. F., & Zuhriyah, L. F. (2025). Preaching In Marginal Spaces: Audience Reception Of Gus Miftah’s Da’wah Through Stuart Hall’s Encoding-Decoding Approach. Syiar: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 5(1), 35–46. https://doi.org/10.54150/syiar.v5i1.645
Malik, M. I. (2023). Peran Kiai sebagai Tokoh Sentral dalam Masyarakat Desa Tieng Kejajar Wonosobo. QuranicEdu: Journal of Islamic Education, 2(2), 211–225. https://doi.org/10.37252/quranicedu.v2i2.355
Mano-Pelin, J. J. (2025). Sermon-based Messaging to Foster Social Cohesion in Conflict-affected Communities in Mindanao. Journal of Interdisciplinary Perspectives, 3(9), 664–679. https://doi.org/10.69569/jip.2025.610
Masruuroh, L. (2021). KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM DAKWAH KONTEKS INDONESIA. Scopindo Media Pustaka.
Qadaruddin, M., & Bakri, W. (2022). Postmillenial Netizens’ Reception of Da’wah Messages on Social Media. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 16(2), 117–128. https://doi.org/10.24090/komunika.v16i2.6428
Rahman, K. A., Fadhilah, N. A. C., & Firdaus, M. (2025). Psikologis Dakwah dalam Pandangan Syeikh Nawawi Al-Bantani. JMDIK : Jurnal Manajemen Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 1(6), 335–352.
Rifky, S., Nasution, M. A. A., Selvia, D. S. E., Isti’ana, A., & Yusnita, E. (2024). Challenges and Opportunities for Islamic Religious Education in a Secular Environment in a Literature Review. Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(1), 195–212. https://doi.org/10.47453/permata.v5i1.2004
Rokibullah, R., & Laksana, M. O. (2025). Social Media Utilization by Preachers to Shape Religious Perceptions among Indonesian Youth. Islamic Journal of Communication and Public Discourse, 2(1), 11–22. https://doi.org/10.59784/ijcpd.v2i1.7
Shabbir, G., Ali, S., & Jawad, K. (2024). The Role of Religious and Secular Dynamics in Shaping Pakistani National Identity: Challenges and Opportunities. Annals of Human and Social Sciences, 5(2), 642–650. https://doi.org/10.35484/ahss.2024(5-II)59
Shariffadeen, T. S. A. T. M. A., & Manaf, A. M. A. (2024). Examining the Antecedents of the Persuasiveness of Social Media Posts by Celebrity Muslim Preachers in Malaysia. Journal of Media and Religion Studies, (Special Issue 1), 1–16. https://doi.org/10.47951/mediad.1525791
Syamsiyah, S., Suhariyanto, & Fitriyanti, A. (2024). Kontekstualitas Elaboration LIKELIHOOD Model pada Model Komunikasi Gerakan Santri Menulis. Komuniti : Jurnal Komunikasi Dan Teknologi Informasi, 16(1), 1–24. https://doi.org/10.23917/komuniti.v16i1.3116
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Reyditha Amelia, Encep Taufik Rahman, Agi Muhammad Abdul Ghani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


