Self Control Belajar Siswa di Sekolah dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Authors

  • Dosi Juliawati Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Hengki Yandri Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Nera Afrifadela Institut Agama Islam Negeri Kerinci

DOI:

https://doi.org/10.32939/tarbawi.v16i01.557

Keywords:

Self Control, Learning, Industrial revolution 4.0

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar masih adanya indikasi siswa yang memiliki self control belajar yang lemah, padahal mereka berada pada era revolusi industri 4,0 yang mengharuskan seseorang memiliki self control belajar yang baik. Jika ini tidak dilakukan tindakan preventif maka akan mengganggu proses belajar siswa di sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkap tingkat self control belajar siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Data diungkap menggunakan angket dengan skala self control dan dianalisis menggunakan rumus persentase dan skor ideal. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa rata-rata tingkat self control belajar siswa di sekolah berada pada kategori cukup baik. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada guru bimbingan dan konseling di sekolah untuk membuat program bimbingan dan konseling dan memberikan layanan bimbingan kelompok dengan tema self control belajar siswa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfaiz, A., Yandri, H., Yuzarion, Y., Lestari, L. P. S., & Heriyani, E. (2019). Persepsi Agentik Individu untuk Mencapai Prestasi Pribadi dalam Aktivitas Karir: Riset Pendahuluan. Psychocentrum Review, 1(2), 85-95.
Angelina, D. Y. (2013). Pola Asuh Otoriter, Kontrol Diri dan Perilaku Seks Bebas Remaja SMK. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(2).
Aroma, I. S., & Suminar, D. R. (2012). Hubungan antara Tingkat Kontrol Diri dengan Kecenderungan Perilaku Kenakalan Remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1(2), 1-6.
Aviyah, E., & Farid, M. (2014). Religiusitas, Kontrol Diri dan Kenakalan Remaja. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 3(02).
Azwar, S. (2010). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Baumeister, R. F., Vohs, K. D., & Tice, D. M. (2007). The Strength Model of Self-Control. Current directions in psychological science, 16(6), 351-355
Fatimah, S., Suherman, M. M., & Rohaeti, E. E. (2019). Penerapan Cognitive-Behavioral Therapy dalam Meningkatkan Locus of Control Peserta Didik yang Mengalami Stres Akademik. Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling, 4(2).
Gottfredson, M. R. & Hirschi, T. (1990). A General Theory of A Crime. Stanford: Stanford University Press.
Juliawati, D. (2016). Peran Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dalam Mengurangi Tingkat Prokrastinasi Akademik Siswa di Sekolah. Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2).
Juliawati, D., & Yandri, H. (2018). Prokrastinasi Akademik Mahasantri Ma’had Al Jami’ah IAIN Kerinci. Jurnal Fokus Konseling, 4(1), 19-26.
Logue, A.W., & Forzano, L.B. (1995). Self Control and Impulsiveness in Children and Adults of Food Preferences. Journal of The experimental Analysis of Behavior, 64 (1), 33-46.
Manizar, E. (2016). Mengelola Kecerdasan Emosi. Jurnal Tadrib. 11(2).
Muraven, M., & Baumeister, R. F. (2000). Self-regulation and Depletion of Limited Resources: Does Self-Control Resemble a Muscle?. Psychological bulletin, 126(2), 247.
Nopiarni, R., Yandri, H., & Juliawati, D. (2020). Perilaku Membolos Siswa Sekolah Menengah Atas di Era Rovolusi Indutri 4.0. Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik), 4(1), 21-24.
Santrock, J. W. (2007). Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
Santrock, J. W., (Ed). (2003). Adolescence: Perkembangan Remaja. Terjemahan Adelar, Shinto B & Saragih, Sherly. Jakarta: Erlangga.
Sartika, M., & Yandri, H. (2019). Pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap konformitas teman sebaya. Indonesian Journal of Counseling and Development, 1(1), 9-17.
Sujadi, E., Yusuf, AM, & Marjohan, M. (2016). Hubungan antara Locus of Control dan Efektivitas Komunikasi antar Pribadi dengan Problem Focused Coping. Konselor, 5 (1), 24-32.
Ulandari, Y., & Juliawati, D. (2019). Pemanfaatan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi Siswa. Indonesian Journal of Counseling and Development, 1(1), 1-8.
Utsman, N. M. (2005). Psikologi Dalam Al-Qur’an (Teori Qur’ani Dalam Penyembuhan Gangguan Kejiwaan). Bandung: Pustaka Setia.
Wawan, A. (2019). Implementasi Sistem Point dalam Meningkatkan Ketertiban Siswa dalam Mentaati Aturan Sekolah pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Cigemblong Tahun Pelajaran 2018/2019. Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling, 4(1).
Widodo, B. (2013). Perilaku Disiplin Siswa Ditinjau dari Aspek Pengendalian Diri (Self Control) dan Keterbukaan Diri (Self Disclosure) Pada Siswa SMK Wonoasri Caruban Kabupaten Madiun. Widya Warta, 37(01).
Yandri, H. (2014). Peran Guru BK/Konselor dalam Pencegahan Tindakan Bullying di Sekolah. Jurnal Pelangi, 7(1).
Yandri, H. (2017). Efektivitas Dirasah Pengembangan Diri Melalui Pelayanan Konseling dalam Membentuk Kecerdasan Emosi Mahasantri Ma’had Al Jami’ah IAIN Kerinci. Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 13(1), 1-10.
Yandri, H., & Juliawati, D. (2018). Profile of the Problem of the Adolescent with Parents as Indonesian Migrant Workers. Konselor, 7(4), 160-165.
Yandri, H., Alfaiz, A., & Juliawati, D. (2019). Pengembangan Keterampilan Berpikir Positif melalui Layanan Konseling Kelompok bagi Anggota Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Semurup, Kota Padang. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4(4), 509-516.
Yandri, H., Daharnis, D., & Nirwana, H. (2013). Pengembangan Modul Bimbingan dan Konseling untuk Pencegahan Bullying di Sekolah. Konselor, 2(1).

Published

2020-07-24