KONTESTASI PARADIGMA DAKWAH DI KALANGAN MAHASISWA: DARI DIKOTOMI KONVENSIONAL-KONTEMPORER MENUJU HIBRIDISASI DAKWAH
DOI:
https://doi.org/10.32939/jd.v5i1.7054Kata Kunci:
Contestation of the Da’wah Paradigm, Student, Digital Da’wah, Hybridization of Da’wahAbstrak
Transformasi digital telah menggeser praktik dakwah dari ruang mimbar, majelis taklim, dan komunikasi tatap muka menuju ekosistem media sosial yang lebih terbuka, cepat, dan interaktif. Perubahan ini menimbulkan kontestasi paradigma di kalangan mahasiswa, terutama dalam memaknai hubungan antara dakwah konvensional yang berbasis otoritas keagamaan tradisional dan dakwah kontemporer yang menuntut adaptasi terhadap budaya digital. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada mahasiswa FUAD UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif dalam aktivitas pembelajaran dakwah serta wawancara mendalam dengan mahasiswa dan dosen. Analisis dilakukan melalui deskripsi data, kategorisasi tematik, dan interpretasi kritis, dengan memperhatikan triangulasi sumber dan metode. Temuan menunjukkan tiga pola pemahaman mahasiswa terhadap dakwah, yaitu tekstual-konvensional, transisional-adaptif, dan kontemporer-kritis. Kontestasi tersebut dipengaruhi oleh cara mahasiswa menafsirkan teks keagamaan, persistensi otoritas dakwah tradisional, dan tekanan transformasi digital. Dakwah konvensional dan kontemporer tidak sepenuhnya berlawanan, melainkan membentuk kontinum negosiasi yang saling berkelindan. Keterbatasan kajian ini terletak pada konteks satu perguruan tinggi, sehingga generalisasi temuan masih terbatas. Namun, hasilnya memberikan implikasi teoritis bagi pengembangan kajian dakwah, mediatisasi agama, dan pendidikan Islam. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital, kreativitas metode dakwah, dan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan media kontemporer. Nilai kebaruan kajian ini terletak pada tawaran model hibridisasi dakwah yang menekankan kesinambungan epistemologis, fleksibilitas metodis, responsivitas media, dan literasi kritis.
Unduhan
Referensi
Abdullah, M. Q. (2020). Strategi Dakwah Plural dalam Merawat Pluralitas di Kalangan Remaja. Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah), 19(2). https://doi.org/10.15575/anida.v19i2.7589
Aprilia, R., Sriati, A., & Hendrawati, S. (2020). Tingkat Kecanduan Media Sosial Pada Remaja. Journal of Nursing Care. http://jurnal.unpad.ac.id/jnc/article/view/26928
Azizah, E. (2023). Eksistensi Metode Dakwah Konvensional Pada Era Modern. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 9(3). https://doi.org/10.58258/jime.v9i3.5554
Basit, A. (2013). Dakwah cerdas di era modern. Jurnal Komunikasi Islam. http://jurnalfdk.uinsby.ac.id/index.php/jki/article/view/15
Campbell, H. (2012). Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds. Routledge.
Darwis, M. (2019). Rejuvenasi Paradigma Dakwah Di Era 4.0. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam.
Fadhlurrahman, M. B., Munawir, M., et al. (2020). Rekonstruksi Dakwah Di Media Online: Kontekstualisasi Makna Hikmah dalam QS Al-Nahl: 125 Aplikasi Pendekatan Ma'na-Cum-Maghza. Jurnal Kajian Islam.
Fahrurrozi, F. (2017). Dakwah Akomodatif: Solusi Dakwah Aplikatif Fungsional Pada Masyarakat Multikultural. TASAMUH. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tasamuh/article/view/137
Hjarvard, S. (2013). The Mediatization of Culture and Society. Routledge.
Huda, S. (t.t.). Menggagas Sketsa Konsep Dakwah Kontemporer. Academia.Edu. https://www.academia.edu/download/45464930/
Khasanah, W., Umarella, S., et al. (2019). Peranan Remaja Masjid Ar-Rahman dalam Pembentukan Karakter Remaja yang Religius. Kuttab: Jurnal Ilmiah. https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/kjim/article/view/884
Mahendra, B. (2017). Eksistensi sosial remaja dalam Instagram (sebuah perspektif komunikasi). Jurnal Visi Komunikasi.
Mardawani. (2020). Praktis Penelitian Kualitatif Teori Dasar Dan Analisis Data Perspektif Kualitatif. CV. Budi Utama.
Mayasari, S., & Husin, A. (2017). Remaja genre: peluang menuju bonus demografi. Demography Journal of Sriwijaya.
Mulyani, S. (2016). Rekonstruksi Pemikiran Yuridis Integral Dalam Pembaharuan Sistem Hukum Jaminan Fidusia Berpilar Pancasila. Jurnal Ilmiah Hukum dan Dinamika Masyarakat.
Pratama, F. S. (2023). Strategi Dakwah Kontemporer di Kawasan Asia Timur. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 8(1). https://doi.org/10.29240/jdk.v8i1.7386
Quraish Shihab. (1992). Membumikan al-Qur’an. Mizan.
Saprillah, S., Juhannis, H., Said, N., & Harun Al-Rasyid, H. (2020). Kontestasi Keagamaan dalam Masyarakat Muslim Urban. Al-Qalam, 26(1). https://doi.org/10.31969/alq.v26i1.844
Siregar, M. (2022). Rekonstruksi Model Penyiaran Dakwah Islam Pada Masyarakat Pesisir Kuala Langsa. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam.
Soraya, M. R. Z. (2014). Kontestasi Pemikiran Dasar Negara dalam Perwujudan Hukum di Indonesia. HUMANIKA, 14(1). https://doi.org/10.21831/hum.v14i1.3329
Suliantoro, B. W. (2011). Rekonstruksi pemikiran etika lingkungan ekofeminisme sebagai fondasi pengelolaan hutan lestari. Jurnal Bumi Lestari.
Syeikh, A. K. (2019). Rekonstruksi Makna dan Metode Penerapan Amar Ma’ruf Nahi Munkar Berdasarkan Al-Qur’an. Al-Idarah: Jurnal Manajemen Dan Administrasi Islam, 2(2). https://doi.org/10.22373/al-idarah.v2i2.4009
Tohari, A. (t.t.). Rekonstruksi Paradigma Dakwah. Scholar.Archive.Org.
Umami, I. (2019). Psikologi Remaja. Repository Metrouniv.
Zaman, M. M., & Nurchois, A. (2021). Rekonstruksi Dakwah Era Revolusi Media: Studi Kasus Pergolakan Front Pembela Islam. Jurnal Ilmu Dakwah.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Qomariyah Saifuddin (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


